Pelukan Terakhir yang Tak Pernah Terjadi: Duka Panjang Kepergian Alvaro Kiano

2026-01-11 21:54:28
Pelukan Terakhir yang Tak Pernah Terjadi: Duka Panjang Kepergian Alvaro Kiano
Jakarta - Perempuan itu masih terdiam dengan tatapan kosong, memeluk erat kenangan bersama putranya yang ia harap bisa diulang kembali.Arum, ibunda Alvaro Kiano Nugroho (6) tak pernah terbayang akan kehilangan malaikat kecilnya dalam waktu yang begitu singkat. Tak banyak waktu yang ia habiskan bersama putranya. Arum sendiri adalah tulang punggung keluarga. Dia berlapang dada mempertaruhkan nasibnya di negeri orang demi menghidupi keluarganya.Dia rela terpisah jauh asal putra tercintanya masih bisa hidup dengan layak. Namun, kerinduan Arum berbalas kematian sang putra. Mendengar kabar Alvaro Kiano Nugroho yang sempat hilang dan ditemukan tak bernyawa, Arum menangis histeris.Advertisement"Histeris. Heboh sendiri kayak, ah ini beneran, masih enggak nyangka," tutur Arum kepada Selasa malam.Perasaan Arum tak terbendung. Di tangan orang yang pernah ia percaya, Alvaro tewas mengenaskan. Jasadnya hanya tersisa tulang belulang dan duka dalam yang tak pernah padam."Kayak kesamber petir. Campur aduk, berantakan semua," ucap Arum dengan mata berkaca.Tanpa pikir panjang, Arum yang saat itu tengah bekerja di luar negeri langsung terbang ke tanah air. Dengan hati penuh harap, ia mencari keberadaan Alvaro bersama pelaku. Selama ini, Arum tak pernah menaruh curiga pada mantan suaminya."Waktu itu di bulan Maret, itu kan kejadiannya bulan Maret, bulan April baru bisa pulang ke sini. Ya udah, bulan April ke sini. Itu cari. Terus nyari dan nyari sama pelaku ya. Dia selalu ngikut," cerita Arum. 


(prf/ega)