5 Kebiasaan Ini Bikin Orang Sulit Kaya

2026-01-11 04:14:05
5 Kebiasaan Ini Bikin Orang Sulit Kaya
- Banyak orang yang memimpikan untuk lebih kaya, tetapi tidak pernah benar-benar mencapainya. Mereka bekerja keras, berpenghasilan cukup baik, lalu bertanya-tanya mengapa kesuksesan finansial terasa selalu di luar jangkauan.Namun, bertahun-tahun berlalu, kondisi keuangan tetap jalan di tempat. Gaji naik, tetapi tabungan tak pernah terasa cukup.Jika dicermati, masalahnya jarang soal kecerdasan atau kesempatan.Lebih sering, persoalannya adalah pola pikir dan kebiasaan keuangan kelas menengah yang tanpa disadari justru mengunci mereka di level yang sama selama puluhan tahun.Baca juga: Kekayaan 50 Orang Terkaya Indonesia Tembus Rp 5.100 TriliunSeperti dikutip dari New Trader U, berikut lima pola pikir dan kebiasan yang membuat Anda terjebak di kelas menengah:1. Pengeluaran Lebih Besar daripada PenghasilanFaktor paling kuat yang membuat seseorang gagal membangun kekayaan adalah hidup dari gaji ke gaji, di semua tingkat pendapatan. Ini bukan hanya dialami mereka yang bergaji rendah. Banyak orang berpenghasilan tinggi pun hidup dengan cara yang sama, terus kesulitan memenuhi kebutuhan meski gajinya besar.Masalah utamanya adalah lifestyle creep, yaitu pola ketika pengeluaran otomatis naik mengikuti, bahkan melampaui, kenaikan penghasilan. Berpenghasilan Rp 50 juta setahun, pengeluaran Rp 52 juta. Naik jadi Rp 100 juta, pengeluaran melonjak menjadi Rp 105 juta.Orang kaya memperlakukan penghasilan seperti pendapatan bisnis, bukan izin untuk menghabiskannya. Sebagian besar dialokasikan lebih dulu untuk ditabung atau diinvestasikan, sementara peningkatan gaya hidup ditempatkan sebagai prioritas kedua. Mereka paham bahwa akumulasi modal adalah satu-satunya jalan menuju kemandirian finansial.Setiap rupiah yang dihabiskan untuk konsumsi adalah rupiah yang tidak bisa berkembang dan bekerja untuk Anda. Jika semua penghasilan habis dibelanjakan, tidak peduli Anda berpenghasilan Rp 40 juta atau Rp 400 juta per tahun, Anda tetap akan bergantung pada gaji berikutnya dan terus menukar waktu dengan uang.2. Tidak Memiliki Aset yang Menghasilkan Arus KasJika seluruh kekayaan Anda hanya berupa rumah yang ditinggali, kendaraan, dan barang pribadi, Anda belum berada di jalur membangun kekayaan. Itu bukan aset dalam pengertian finansial, melainkan kewajiban yang menyedot uang atau barang konsumsi yang nilainya menyusut.Orang kaya cenderung terobsesi untuk memiliki atau menciptakan aset yang menghasilkan pendapatan rutin, seperti bisnis, properti sewaan, saham dividen, kekayaan intelektual, atau investasi lain yang memberi arus kas tanpa menuntut kerja langsung setiap hari.Perbedaan cara berpikir kelas menengah dan orang kaya terlihat jelas di sini. Kelas menengah fokus pada mendapatkan gaji yang baik dari pekerjaan. Orang kaya fokus membangun portofolio aset yang pada akhirnya menggantikan kebutuhan akan pekerjaan itu sendiri.Jika Anda hanya memiliki sumber penghasilan yang menuntut keterlibatan aktif, Anda akan selalu menukar waktu dengan uang. Waktu ada batasnya, aset tidak. Seseorang dengan saham dividen senilai 5 juta dollar AS yang hidup dari hasil investasinya adalah orang kaya, sementara seseorang yang berpenghasilan 500.000 dollar AS per tahun tetapi menghabiskannya semua hanyalah pekerja bergaji tinggi yang rapuh menghadapi krisis.


(prf/ega)