Tak Bisa Mandi Berhari-hari, Pengungsi Aceh Tamiang Krisis Air Bersih

2026-01-12 16:41:30
Tak Bisa Mandi Berhari-hari, Pengungsi Aceh Tamiang Krisis Air Bersih
- Hampir sepekan pascabanjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang, warga terdampak mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.Kondisi ini membuat ribuan pengungsi terpaksa bertahan tanpa mandi dan tidak mampu membersihkan rumah maupun lingkungan yang dipenuhi lumpur.Salah satu warga Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Awal Sulistio, mengatakan kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak di wilayahnya saat ini."Kami masih sangat kesulitan mendapatkan air bersih, jangan kan untuk mandi, untuk cuci air kecil saja kesulitan," kata Awal, Selasa , melalui sambungan telepon dari Meulaboh, Aceh Barat, dikutip dari Antara.Meski di beberapa titik bantuan air bersih mulai berdatangan, Awal menyebut sebagian besar warga korban banjir bandang masih belum tersentuh pasokan yang memadai.Banyak pengungsi bahkan belum mandi selama beberapa hari akibat keterbatasan sumber air.Baca juga: Kisah Qisthi Widyastuti, Hakim di Aceh Tamiang yang Berjuang untuk Hidup Saat Banjir Di sisi lain, para korban juga kekurangan pakaian. Saat banjir datang, rumah warga rusak dan harta benda hanyut terbawa arus, meninggalkan mereka hanya dengan pakaian yang melekat di badan.Selain pakaian dewasa, kebutuhan mendesak lainnya adalah pakaian bayi dan anak-anak serta perlengkapan balita.Kondisi kesehatan warga pengungsi pun mulai mengkhawatirkan.Awal mengatakan, berbagai penyakit mulai bermunculan akibat lingkungan yang tidak higienis."Kalau pasokan bahan makanan alhamdulillah sudah ada, sudah lancar. Tapi, kami belum mandi sejak bencana terjadi, air bersih sangat sulit sekali. Banyak rumah yang tidak bisa dibersihkan karena tidak ada sumber air," katanya.Ia menambahkan, warga mulai mengalami keluhan seperti demam, batuk, pilek, gatal-gatal, hingga penyakit lainnya.Baca juga: Warga Aceh Tamiang Masih Terisolasi, Belanja ke Medan Lewat Jalan SetapakSebelumnya, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi saat menerima kunjungan Kepala BNPB Suharyanto, Sabtu , menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak untuk penanganan pascabencana, terutama di wilayah pedalaman yang masih sulit dijangkau."Ada tiga hal utama yang sangat krusial bagi upaya penanganan di lapangan. Kami butuh kendaraan untuk menerobos daerah yang terisolasi, kami butuh kendaraan untuk mengangkut sembako," kata Armia.Bantuan yang dibutuhkan meliputi perahu karet dengan spesifikasi khusus guna menjangkau wilayah-wilayah yang saat ini masih terisolasi di Aceh Tamiang.


(prf/ega)