JAKARTA, - Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano, Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur, Wahyu Andre, mengatakan warga akan tetap melakukan demo meski Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah meminta uji coba Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, untuk dihentikan."Kami tetap akan demo selama tuntutan kami untuk bertemu dengan gubenur (Pramono) belum dipenuhi," kata Wahyu saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu .Wahyu mengapresiasi langkah Pramono untuk menghentikan uji coba RDF hingga pemerintah menyiapkan armada truk tertutup rapat agar air lindi tidak menetes di jalan.Baca juga: Bau Sampah RDF Rorotan Menghantui Warga Jakarta...Namun, ia menekankan masalah uji coba RDF Rorotan tidak hanya terkait truk pengangkut sampah."Bukan soal truk saja. Banyak hal yang perlu dievaluasi dan kami sampaikan kepada Gubernur Pramono," ucapnya.Senada, Tomi, Kepala Dusun IV Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, menyebut permasalahan RDF Rorotan meliputi sistem ventilasi yang kurang optimal, keterlambatan pengiriman, kelembaban tinggi, drainase yang buruk, hingga sistem biofilter atau deodorizer yang kurang berfungsi."Karena ini pasti akan tetap masalah ke depannya, seperti air lindi dari truk yang keluar, kemacetan dan sebagainya," ujar Tomi saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.Tomi menambahkan warga memang berencana melakukan demo meski waktu pelaksanaannya belum dipastikan."Tanggal pastinya sedang didiskusikan," ungkapnya.Baca juga: DLH DKI: 20 Anak yang Sakit Diduga karena RDF Rorotan Sudah Dapat Layanan KesehatanSebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI menghentikan uji coba fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing setelah warga mengeluhkan bau sampah menyengat.Pramono mengatakan penghentian dilakukan sampai pemerintah menyiapkan armada truk yang tertutup rapat agar air lindi tidak kembali menetes di jalan.“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact yang bisa membawa sampah ke Rorotan,” ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa .Pramono menjelaskan sumber bau bukan berasal dari proses pengolahan di fasilitas RDF, melainkan dari pengangkutan sampah yang masih menggunakan armada yang tidak tertutup rapat.Akibatnya, air lindi berceceran di jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.“Yang menjadi masalah adalah ketika sampahnya kemudian dilakukan mobilisasi atau pengangkutan, truknya itu tidak compact, sehingga air lindinya tumpah. Inilah yang menyebabkan bau,” kata Pramono.Baca juga: Kisah Pilu Warga Baduy: Dibegal, Terluka, dan Sulit Dapat Perawatan karena Tak Ada KTPPada dasarnya, kata Pramono, warga sekitar tidak menolak keberadaan fasilitas RDF.Namun, keluhan bau baru muncul dalam beberapa hari terakhir ketika curah hujan meningkat dan sampah yang diangkut dalam kondisi lebih basah.
(prf/ega)
Warga Tetap Akan Demo meski Pramono Hentikan Uji Coba RDF Rorotan
2026-01-12 04:35:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:48
| 2026-01-12 03:33
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 03:19
| 2026-01-12 02:53










































