Wapres Gibran Dorong Penambahan Insentif Kader Posyandu

2026-01-11 14:58:53
Wapres Gibran Dorong Penambahan Insentif Kader Posyandu
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendorong agar ada insentif tambahan untuk para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Indonesia."Nah ini Pak Menko, Pak Menteri. Ada 1,5 juta kader posyandu. Saya kira ini perlu ada sedikit tambahan insentif. Karena apapun itu, kader posyandu adalah ujung tombak di lapangan," ujar Gibran dalam paparannya.Gibran menyatakan ini di hadapan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno serta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu .Baca juga: Angka Stunting Turun, Gibran: Capaian Bersama dari Pusat, Posyandu hingga Ibu-ibu PKKMenurut Gibran, tanpa keberadaan para kader posyandu, tentu angka penurunan stunting tidak akan sebaik saat ini.Sebab, angka stunting berhasil turun dari 21,5 persen di tahun 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024."Kalau enggak ada ibu-ibu ini, mungkin angka-angkanya tidak sebaik ini. Jadi, terima kasih Bu untuk kerja kerasnya selama ini dan untuk insentif nanti biar Kepala Daerah dan Pak Menteri yang mengurus," ujarnya.Baca juga: Momen Gibran Ajak Kepala Daerah Dialog Tukar Cerita soal Penanganan StuntingGibran juga mengungkap ada kabar baik untuk para kader posyandu, namun ia masih enggan membocorkannya."Tadi sebenarnya ada sedikit berita baik dari Pak Menteri Keuangan. Tapi ini sebentar ya, mau kita konfirmasi dulu ya Pak ya. Tunggu dulu, tunggu dulu. Mau kita konfirmasi dulu. Jadi nanti sabar dulu ya Bu ya," lanjut dia.Dalam kesempatan ini, Gibran juga memberikan waktu kepada perwakilan kader posyandu untuk memberikan masukan."Saya juga ingin mendengar cerita-cerita dan masukan dari kader Posyandu," tuturnya.Salah satu kader posyandu, Sofia Turiffqi, mengungkap sudah sejak 2020 bertugas.Sebagai petugas posyandu di Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ia mengaku kendala utamanya dikarenakan masih banyak masyarakat yang kurang pengalaman soal dampak stunting."Terus yang kedua, yang mungkin juga dirasakan kepada teman-teman semua di sini adalah kurangnya kemampuan orang tua untuk memberikan makanan bergizi sesuai dengan menu isi piring," lanjutnya lagi.Wapres RI lantas menanyakan dukungan pemerintah daerah untuk para kader posyandu di daerahnya.Sofia pun menjawab bahwa pemerintah daerah Jawa Tengah sudah maksimal mendukung posyandu lewat dana hingga pelatihan."Dukungan dari kepala daerah sudah maksimal?," tanya Gibran kepada Sofia."Sudah maksimal, Bapak, untuk dari kepala daerah sudah memberikan dana untuk pemberian makanan tambahan, juga memberikan pelatihan-pelatihan yang bisa kita gunakan untuk mengedukasi para orang tua dan masyarakat yang ada di daerah kami," jawabnya.


(prf/ega)