Hari Ketiga Operasi Zebra 2025, Korlantas Polri Gencarkan Edukasi hingga Penindakan Balap Liar

2026-01-15 07:18:56
Hari Ketiga Operasi Zebra 2025, Korlantas Polri Gencarkan Edukasi hingga Penindakan Balap Liar
Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 oleh Korlantas Polri terus berjalan. Memasuki hari ketiga Rabu (19/11), Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat lonjakan aktivitas signifikan di bidang edukasi, pencegahan, maupun penegakan hukum di seluruh Indonesia.Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut peningkatan masif ini sebagai indikator positif kesiapan jajaran di wilayah. Konsistensi operasional dan stabilitas sentimen publik disebut Irjen Agus sebagai kunci keberlanjutan Operasi Zebra 2025."Stabilitas sentimen publik dari H1 sampai H3 menjadi sinyal penting bahwa Operasi Zebra diterima dengan baik oleh masyarakat. Publik melihat kehadiran petugas tidak hanya sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai sumber informasi keselamatan yang kredibel," kata Irjen Agus kepada wartawan, Kamis (20/11/2025)."Kondisi ini memberikan ruang yang kuat bagi jajaran untuk memperluas edukasi keselamatan, mempertegas penindakan pada pelanggaran fatalitas serta mengarahkan masyarakat menuju perilaku berkendara yang lebih aman," sambungnya.Jajaran Korlantas Polri gencar mengedukasi masyarakat terkait keselamatan lalu lintas. Lewat kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) atau Dikmas Lantas, polantas melakukan sambang komunitas, sosialisasi ke sekolah, kampus, hingga pabrik. Hal ini sejalan dengan arahan Kakorlantas pada H1 dan H2 agar jajaran memperkuat edukasi kepada kelompok usia rentan.Penyebaran pesan keselamatan juga digencarkan lewat media sosial, diikuti media elektronik dan cetak.Data menunjukkan, angka penegakan hukum dan penertiban balap liar juga meningkat pada hari ketiga operasi ini. Dalam data yang diterima detikcom, Kamis (20/11/2025), kegiatan penegakan hukum pada hari ketiga Operasi Zebra ini mengalami peningkatan. Total penindakan mencapai 163.236 perkara, meningkat 4,1 persen dibanding 2024.Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 ini diketahui menjadi atensi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Operasi Zebra 2025 dilaksanakan selama dua pekan agar perjalanan masyarakat di masa libur Nataru terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar.Irjen Agus mengatakan meskipun peningkatannya tidak sebesar aspek edukatif dan preventif, pola ini menunjukkan bahwa penindakan hari ketiga dilakukan secara selektif dan fokus pada pelanggaran fatalitas."E-TLE mobile mencatat lonjakan terbesar, yaitu 12.524 perkara atau naik 197,1 persen dari tahun sebelumnya. E-TLE statis juga mengalami kenaikan tetapi dengan tren moderat sebesar 5,8 persen. Sementara itu, tilang manual mengalami penurunan signifikan sebesar 88,4 persen," katanya.Irjen Agus mengatakan pelanggaran roda dua masih mendominasi. Mereka melanggar aturan seperti helm tidak sesuai standar, berkendara di bawah umur, dan pelanggaran marka.Dalam operasi kali ini, petugas juga turut mengamankan aksi balap liar. Irjen Agus mengatakan pelanggaran balap liar juga meningkat."Pelanggaran balap liar roda dua meningkat dari 120 menjadi 196 perkara, naik 63,3 persen, dan menjadi salah satu atensi jajaran di lapangan. Pada roda empat, pelanggaran dominan tetap pada penggunaan ponsel saat mengemudi dan tidak menggunakan sabuk keselamatan," katanya.Irjen Agus memastikan penanganan balap liar menjadi fokus utama di Operasi Zebra ketiga. Dia mengungkapkan polantas telah menertibkan 106 kegiatan diduga terkait balap liar."Penanganan balap liar pada H3 menjadi fokus utama dengan total 106 kegiatan penertiban dan 101 kendaraan R2 diamankan. Polda Jawa Timur menjadi wilayah dengan kegiatan paling intensif yaitu 93 kegiatan, diikuti Polda Kalbar dan Polda Kalteng. Kendaraan tanpa nomor polisi menjadi temuan terbanyak dan menunjukkan pola penggunaan kendaraan ilegal dalam balap liar," jelasnya.Mantan Wakapolda Jawa Tengah itu juga memberikan arahan kepada anak buahnya untuk menindak aksi balap liar. Hal ini bertujuan untuk memastikan agar tidak ada aktivitas balap liar menjelang tahun baru 2026."Pentingnya patroli malam pada jam rawan, pemantauan media sosial, operasi gabungan dan pembinaan terhadap remaja yang terlibat. Penertiban balap liar pada H1-H3 menjadi fondasi awal untuk pengamanan periode akhir tahun," pungkasnya.Tonton juga video "Dear Pengendara, Operasi Zebra Jaya 2025 Dimulai Hari Ini Ya"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 06:21