Kilang Cilacap, Bukti Transformasi Pertamina Menuju Energi Hijau

2026-01-16 05:52:21
Kilang Cilacap, Bukti Transformasi Pertamina Menuju Energi Hijau
JAKARTA, – Upaya menekan emisi dan mempercepat transisi energi di Indonesia mulai menunjukkan hasil. Kilang Pertamina Internasional (KPI) lewat unit operasinya di Cilacap kini menjadi pelopor dalam pengolahan energi hijau di Tanah Air.Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan bahwa pengembangan energi hijau dan rendah karbon menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam menghadapi tantangan energi masa depan.“Mengembangkan bisnis energi hijau dan rendah karbon merupakan salah satu dari dua strategi pertumbuhan ganda KPI. Strategi lainnya adalah memperkuat bisnis eksisting dengan meningkatkan kapasitas kilang dalam mengolah minyak mentah menjadi BBM,” ujar Milla melalui keterangannya, Rabu .Di Kilang Cilacap, KPI menjalankan dua proyek strategis yang berorientasi pada bahan bakar ramah lingkungan. Pertama adalah Proyek Blue Sky Cilacap yang mulai beroperasi sejak Agustus 2019. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline dari standar Euro 2 menjadi Euro 5, yang lebih ramah lingkungan.Baca juga: Usai Dikritik di DPR, Dirut Pertamina Sambangi Menkeu Purbaya Bahas Kilang Minyak Baru Menurut Milla, peningkatan kualitas BBM dilakukan menggunakan teknologi Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) serta pembangunan fasilitas pendukung seperti New Platformer dan Sulfur Recovery Unit. Teknologi tersebut menekan kadar sulfur dalam BBM sehingga emisi gas buang kendaraan menjadi lebih bersih.“Melalui Proyek Blue Sky Cilacap kami menghadirkan BBM setara Euro 5 yang dirancang untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Ini sejalan dengan regulasi emisi yang menjadi acuan global,” jelasnya.Proyek ini berhasil meningkatkan produksi Gasoline RON 92 dari 23 ribu barrel per hari menjadi 53 ribu barrel per hari.Selain meningkatkan kualitas bahan bakar fosil, Kilang Cilacap juga mempelopori pengolahan bahan bakar nabati melalui Proyek Green Refinery Cilacap Phase 1 yang beroperasi sejak Februari 2022.Baca juga: Kilang Balongan Pertamina Perkuat Keselamatan dengan Teknologi dan Filosofi JawaDalam proyek ini, kilang memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau diesel terbarukan dari minyak nabati (minyak sawit), dengan merek dagang Pertamina RD. Kapasitas produksi HVO di kilang ini mencapai 3 ribu barrel per hari, menggunakan bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO).Tak berhenti di situ, KPI juga mengembangkan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) — bahan bakar pesawat yang diolah dari minyak jelantah dengan metode co-processing Katalis Merah Putih, hasil inovasi anak bangsa. Kilang Cilacap mampu memproduksi 9 ribu barrel PertaminaSAF per hari.“PertaminaSAF menjadi solusi inovatif dalam menjawab tantangan emisi karbon dari sektor penerbangan, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia terhadap transisi energi,” ungkap Milla.Baca juga: Kilang Plaju, Penjaga Energi yang Tetap Perkasa di Atas Usia 100 Tahun


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-16 04:15