Jerami untuk Energi: Mengubah Sisa Tanaman jadi Bahan Bakar

2026-02-03 22:57:52
Jerami untuk Energi: Mengubah Sisa Tanaman jadi Bahan Bakar
Jakarta - Pakar Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr. Leopold Oscar Nelwan menyebut, jerami memiliki nilai potensial yang sangat tinggi untuk dikembangkan sebagai sumber energi bahan bakar alternatif.Keterangan tersebut disampaikan melalui rilis resmi IPB University di Bogor saat Dr. Leopold Oscar Nelwan, menjelaskan perkembangan teknologi konversi biomassa lignoselulosa yang tengah menjadi perhatian dalam upaya menghasilkan bahan bakar alternatif."Dalam konteks ini, penting untuk menegaskan bahwa yang dimaksud dengan bahan bakar adalah hidrokarbon, bukan etanol atau biodiesel, karena hanya hidrokarbon yang memenuhi standar komersial jika dipasarkan secara murni untuk engine," ujar Leopold, melansir laman resmi IPB www.ipb.ac.id, Kamis .AdvertisementDia menjelaskan, hidrokarbon merupakan senyawa yang tersusun dari unsur karbon dan hidrogen, yang secara umum dikelompokkan ke dalam paraffin, isoparaffin, olefin, dan aromatik.Jerami sendiri dapat diklasifikasikan sebagai biomassa lignoselulosa yang layak diolah untuk menghasilkan senyawa-senyawa hidrokarbon tersebut.Komponen kimiawi utama jerami, mulai dari selulosa, hemiselulosa, hingga lignin yang memberikan dasar yang kuat untuk menjalani berbagai proses konversi. Karakteristik tersebut memungkinkan jerami diproses melalui berbagai teknologi konversi modern seperti gasifikasi, pirolisis, maupun sintesis berbasis katalis.Potensi ini menjadi semakin relevan mengingat meningkatnya kebutuhan energi nasional serta upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-03 23:21