Tren "Zero Post" Gen Z, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

2026-01-12 07:51:58
Tren
- Fenomena generasi Z atau gen Z tidak memposting unggahan apa pun di media sosial, terutama Instagram menuai sorotan publik.Gen Z atau mereka yang lahir pada 1997-2012 belakangan ini memiliki kebiasaan unik, yakni membiarkan akun Instagramnya kosong tanpa unggahan apapun.Hal ini kontras dengan penggunaan media sosial yang difungsikan untuk saling terhubung dengan orang lain di era digital.Studi yang diterbitkan dalam The Financial Times menunjukkan bahwa penggunaan media sosial turun sekitar 10 persen yang dipelopori oleh anak muda.Studi itu dilakukan terhadap 250.000 pengguna media sosial di hampir 20 negara.Baca juga: KUHAP Baru Disahkan, Benarkah Unggah Foto Wajah dan Sidik Jari di Media Sosial Harus Disensor?Istilah zero post kali pertama dicetuskan oleh penulis esai Kyle Chayka.Frasa itu digunakan saat dirinya menyoroti bagaimana ritual berbagi kabar secara daring menjadi langka.Artikelnya diterbitkan dalam majalah mingguan The New Yorker yang berjudul Infinite Scroll.“Kita mungkin juga sedang menuju sesuatu seperti zero post, titik di mana orang-orang biasa, masyarakat awam yang tidak profesional dan tidak terkomersialkan berhenti berbagi hal-hal di media sosial karena mereka merasa bosan dengan kebisingan," ujarnya, dikutip dari BBC.Dia berpendapat, fenomena zero post menandakan berakhirnya media sosial, yakni masa di mana orang-orang tidak lagi menggunakan media sosial untuk berbagai kabar di era digital.Padahal, penggunaan Instagram selama ini diasosiasikan dengan replika kehidupan sosial.Lantas, mengapa gen Z mengikuti tren zero post?Baca juga: Malaysia Akan Larang Anak Usia di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial Dalam esainya, Chayka mengurai alasan generasi Z mengikuti tren zero post."Saya punya anak-anak berusia 20-an dan remaja. Ada anggapan di generasi saya bahwa anak-anak zaman sekarang tidak peduli dengan privasi dan mereka senang mengunggah apa pun ke internet," kata dia.Namun, faktanya, gen Z mulai enggan untuk mengunggah sesuatu di media sosial setelah mengalami kejenuhan.


(prf/ega)