Bos KAI Yakin Kereta Cepat Bisa Diperpanjang hingga Banyuwangi

2026-02-02 11:06:50
Bos KAI Yakin Kereta Cepat Bisa Diperpanjang hingga Banyuwangi
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) meyakini bisa menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperpanjang rute Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) hingga Banyuwangi, Jawa Timur.Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut okupansi Whoosh terus naik sehingga operasional berjalan tanpa hambatan.“Tidak ada masalah dengan pengoperasian kereta cepat ini karena tingkat okupansinya juga naik terus. Presiden juga mengindikasi bahwa kita harus ekspansi ke Surabaya, bahkan ke Banyuwangi, ya kita akan jalankan, kita akan laksanakan,” ujar Bobby dikutip dari Antara, Minggu .Baca juga: Penyelesaian Utang Proyek Whoosh Belum Diputuskan, Purbaya: Prosesnya Masih BerjalanSebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan agar rute Whoosh Jakarta–Bandung diperpanjang sampai Banyuwangi.Ia menilai proyek ini tidak boleh berhenti karena manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan lebih besar dibanding beban finansial yang memunculkan beragam tanggapan publik.“KCIC kan sudah jelas terang-benderang, KCIC itu tidak ada kesalahan, secara ‘pride’ bangsa kita naik. Tidak banyak di dunia ini yang mempunyai teknologi kereta cepat, Indonesia salah satu ini,” ujar Bobby.Bobby juga mengatakan sejumlah negara di Eropa Timur dan Amerika Serikat belum memiliki kereta cepat seperti Indonesia. Menurut dia, kinerja operasional membuat perusahaan percaya diri.Baca juga: Beban Ganda Whoosh: Dirut WIKA Akui Eksposur Utang Rp 6,1 Triliun“Alhamdulillah kita punya kereta cepat. Nah kemudian bagaimana yang selalu disampaikan oleh Pak Dony dan teman-teman di Danantara bahwa secara operasi perusahaannya untung sehingga kita begitu cukup yakin dan percaya diri juga untuk mengoperasikannya,” tambahnya.Sorotan publik terkait beban utang Whoosh masih berlanjut. Presiden Prabowo menegaskan dirinya akan menanggung penuh keberlangsungan proyek itu.Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa negosiasi restrukturisasi utang KCIC terus berlangsung.Menurut Dony, tim dari pemerintah dan Danantara segera berangkat ke China untuk melanjutkan pembahasan dengan pemerintah China dan mitra konsorsium KCIC.Utang yang direstrukturisasi berasal dari pinjaman pembangunan akibat keterbatasan modal awal, mencakup jangka waktu, bunga, dan mata uang pinjaman.Baca juga: Nusron Wahid Serahkan ke KPK soal Dugaan Tanah Negara Dijual Lagi untuk Proyek WhooshSecara operasional, KCIC melayani 20.000–30.000 penumpang per hari. Peningkatan kualitas layanan terus dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap Whoosh.Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyebut Presiden Prabowo akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang penyelesaian utang KCIC.Total investasi KCIC mencapai 7,27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 120,38 triliun, dengan 75 persen pendanaan dari China Development Bank (CDB) berbunga 2 persen per tahun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 11:18