Psikolog Ungkap Kondisi Mental Siswi SD yang Bunuh Ibu di Medan

2026-01-14 05:37:20
Psikolog Ungkap Kondisi Mental Siswi SD yang Bunuh Ibu di Medan
Psikolog forensik Irna Minauli mengatakan bahwa siswi kelas 6 SD inisial AI (12) yang tega membunuh ibunya di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) tidak mengalami gangguan mental hingga perilaku. Dia pun mengungkapkan hal yang menjadi pemicu AI nekat melakukan aksi tersebut.Awalnya, Irna mengatakan bahwa AI memiliki kecerdasan yang luar biasa. Bahkan, AI kerap meraih prestasi."Dari hasil pemeriksaan psikologis, diketahui bahwa anak itu memiliki kecerdasan yang tergolong superior. Seorang anak yang sangat cerdas, sehingga dengan kecerdasan yang dia miliki, tidak mengherankan kalau dia sering mendapatkan prestasi yang tinggi. Dia juga mampu mempelajari musik, seni, secara otodidak. Itu menunjukkan bahwa dia juga seorang pribadi yang memiliki kecerdasan yang sangat tinggi," kata Irna saat konferensi pers di Polrestabes Medan dilansir detikSumut, Senin (29/12/2025).Irna mengatakan pihaknya juga telah menganalisis kondisi mental AI. Hasilnya, tidak ditemukan adanya gangguan mental pada AI."Kami juga mencoba menganalisis, apakah ada gangguan mental yang biasa terjadi pada kasus-kasus menghilangkan nyawa terhadap Ibu sendiri, misalnya. Umumnya, yang terjadi itu adalah mereka yang mengalami skizofrenia, depresi, atau PTSD (post traumatic stress disorder), misalnya. Dari hasil pemeriksaan, tidak dijumpai adanya gangguan-gangguan mental tersebut, anak tidak mengalami skizofrenia. Jadi, tidak ada halusinasi, tidak ada delusi, dan tidak ada perilaku yang aneh, ya. Itu gugur gangguan skizofrenia pada anak," jelasnya.Selain itu, psikolog juga tidak menemukan adanya gangguan perilaku atau conduct disorder pada AI. Irna menyebutkan bahwa perbuatan yang dilakukan AI, bukan terjadi karena AI mengalami gangguan mental. Namun, hal itu dipicu beberapa hal, seperti pengalaman kekerasan yang dialaminya.Baca selengkapnya di sini.Simak Video 'Tragis, Siswi SD di Medan Tega Bunuh Ibu Kandung':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-14 04:59