BRIN Siap Beri Rekomendasi soal Redenominasi

2026-02-02 20:42:44
BRIN Siap Beri Rekomendasi soal Redenominasi
JAKARTA, - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengaku siap memberikan rekomendasi terkait rencana redenominasi.Hal ini disampaikannya sebelum bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin ."Ya tentu. Segala isu-isu strategis yang menjadi concern dari pemerintah, Insha Allah BRIN siap untuk memberikan kontribusi berupa rekomendasi policy, apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah," tutur Arif, Senin.Ia pun mengaku akan terbuka jika diajak berdiskusi tentang redenominasi yang menjadi inisiatif pemerintah atas usulan Bank Indonesia (BI) dalam pertemuannya hari ini.Baca juga: 4 Tahapan Redenominasi Rupiah Menurut BI, Butuh Waktu 6 TahunDi sisi lain, pertemuannya akan mendengar arahan Presiden Prabowo terkait arah pengembangan BRIN ke depan, yang akan fokus pada riset dan inovasi sehingga dapat mendukung program-program strategis pemerintah."Oh, belum, belum (dimintai pendapat tentang redenominasi). Ya hari ini kita mengawali diskusi, lah, dengan Pak Presiden," kata Arif.Tak hanya dirinya, Arif juga dipanggil bersama Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian.Sejumlah bahan diskusi telah disiapkan oleh BRIN, meliputi inovasi yang dihasilkan oleh lembaganya tentang pangan, energi, dan berbagai proyek strategis."Dan tentu juga persiapan untuk kolaborasi dengan Danantara. Ya, itu kan lembaga yang sangat strategis di Indonesia, sehingga BRIN diharapkan bisa memberikan kontribusi berupa penguatan R&D untuk bisnis dari perusahaan-perusahaan yang ada di bawah Danantara," tandas Arif.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 18:54