JAKARTA, - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini sudah mencapai 17.555 SPPG.Dapur umum itu sudah melayani 50,3 juta orang di 38 provinsi dan 509 kabupaten."Sampai hari ini sudah ada 17.555 SPPG, yang sudah melayani 50.390.880 orang di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan," kata Dadan dalam sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: BGN Minta Dapur MBG Tak Gunakan Makanan Produk Perusahaan BesarIa memerinci, sebaran SPPG paling banyak berada di Jawa Barat dengan total 3.996 dapur umum, diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur.Namun, jika dilihat dari persentase kebutuhan, kuota SPPG di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi yang paling tinggi dengan capaian sekitar 87 persen.Kemudian, diikuti dengan Jawa Tengah sebesar 83 persen dan Lampung 81 persen.Baca juga: Waka BGN: Kepala Daerah Bisa Rekomendasikan Penghentian SPPG"Jawa Barat sendiri, meskipun tertinggi, baru mencapai 80 persen secara nasional. (Secara keseluruhan) SPPG yang sudah terbentuk mencapai 59 persen," ucap Dadan.Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 741.985 dengan total supplier mencapai 41.389, yang terdiri dari 5.000 koperasi, 629 BUMDes, 69 BUMDesma, 19.246 UMKM, serta 16.351 supplier perorangan."Koperasi Desa Merah Putih sudah ada 22 yang ikut terlibat menjadi supplier di program MBG," beber Dadan.Baca juga: BGN Klaim Program MBG Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi 7-8 PersenSelain membangun SPPG di daerah aglomerasi, Badan Gizi Nasional (BGN) juga membangun SPPG di daerah terpencil.Pihaknya sudah mengidentifikasi ada 36 provinsi yang membutuhkan SPPG terpencil.Nantinya, BGN akan mendirikan 8.297 SPPG untuk melayani 2,4 juta penduduk di daerah terpencil.Bangunan yang menjadi SPPG berasal dari beragam bentuk.Baca juga: BGN Perketat SOP, Pengantaran MBG Hanya Sampai Luar Pagar Sekolah imbas Tabrakan di CilincingRinciannya, 4.175 SPPG adalah bangunan baru, 3.970 mengkonversi rumah tinggal menjadi SPPG, 2.985 berasal dari ruko, 320 dari rumah kantor, 1.419 berasal dari gudang, 1.084 berasal dari rumah makan, serta 113 hotel."Kemudian ada kantor yang berubah menjadi 227 SPPG, sarana olahraga ini rata-rata futsal sebanyak 388, showroom baik motor maupun mobil ini ada 77, dan lainnya masih 1.600 yang masih dalam data," kata Dadan.Sejauh ini, lanjut Dadan, pihaknya sudah mampu menyerap Rp 58 triliun atau sekitar 81 persen dari porsi anggaran."Dan terkait dengan serapan anggaran, sampai siang ini kita sudah menyerap Rp 58 triliun atau mencapai 81 persen. Dan Alhamdulillah surat dari Kemenkeu sudah keluar untuk optimalisasi karena ada pagu anggaran yang harus kita alihkan terkait dengan tidak mungkin terserap kalau kita alihkan," ujar dia.
(prf/ega)
BGN: 17.555 Dapur MBG Terbentuk Tahun Ini, Layani 50,39 Juta Penerima
2026-01-12 04:51:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:47
| 2026-01-12 04:26
| 2026-01-12 04:18
| 2026-01-12 03:06










































