Jumenengan Pakubuwono XIV Digelar 15 November 2025 Meski Masih Ada Perselisihan Takhta

2026-01-14 11:55:52
Jumenengan Pakubuwono XIV Digelar 15 November 2025 Meski Masih Ada Perselisihan Takhta
- Keraton Kasunanan Surakarta memastikan prosesi Jumenengan Sinuhun Pakubuwono XIV akan digelar pada Sabtu sebagai simbol naiknya raja baru.Keputusan ini diambil meski masih ada perbedaan pandangan di kalangan internal keraton mengenai penerus Takhta setelah wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.Prosesi adat ini disebut sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa dan telah disahkan melalui surat resmi Keraton Surakarta.Panitia pelaksana juga telah terbentuk untuk memastikan acara penting tersebut berjalan lancar dan khidmat.Baca juga: Keraton Surakarta Gelar Jumenengan Dalem Nata Binayangkare Pakubuwono XIV, Simbol Naiknya Raja BaruDikutip dari surat resmi yang diterima TribunSolo.com, Keraton Kasunanan Surakarta menyampaikan akan menyelenggarakan Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV pada Sabtu Legi, 15 November 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai.Putri tertua Sawarga Sinuhun Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, berharap prosesi dapat berlangsung damai.“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat, sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Keraton Surakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu .Baca juga: Warga Doakan PB XIII Saat Tradisi 7 Harian di Keraton Kasunanan Surakarta, Berharap KetentramanGKR Timoer juga memastikan kabar digelarnya Jumenengan tersebut benar dan sah secara adat.“Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” jelasnya.Sebelumnya, GKR Timoer menegaskan bahwa prosesi Jumenengan tidak perlu menunggu hingga 40 hari setelah wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.“Oh iya iya iya itu iya (prosesi adat jumenengan dengan tari bedhoyo ketawang). Sedang kami cari hari baiknya kan kalau wong jowo kan mesti ada hitungannya hitungannya terus baik apa enggak. Enggak (menunggu 40 hari). Secepatnya,” ujarnya.Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan KGPAA Hamengkunegoro sebagai Pakubuwono XIV telah sah.Dengan demikian, klaim dari pihak lain yang mengaku sebagai penerus Takhta dinilai tidak benar.Menurut GKR Timoer, setelah prosesi Jumenengan selesai, pihaknya akan membentuk bebadan baru di bawah kepemimpinan Sinuhun Pakubuwono XIV.“Ya pasti kan ada arah ke sana (membentuk bebadan baru). Tapi ya pelan-pelan. Ini istilahnya untuk ngepyake jumenengan aja kita masih belum jadi. Nanti setelah itu baru kita akan rapatkan untuk pembentukan dan sebagainya. Tapi kan ini masih dalam suasana berkabung ya pelan pelan kita jalannya ke arah yang ke sana,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-14 12:44