Siaga Satu, AS Kerahkan Pasukan Khusus dan 10 Pesawat Osprey ke Dekat Venezuela

2026-02-01 18:35:56
Siaga Satu, AS Kerahkan Pasukan Khusus dan 10 Pesawat Osprey ke Dekat Venezuela
WASHINGTON DC, - Amerika Serikat (AS) kembali menambah kekuatan militernya di kawasan Karibia dekat Venezuela.The Wall Street Journal melaporkan, Washington mengerahkan pasukan khusus dan pesawat operasi khusus.Media tersebut melaporkan bahwa pengerahan terbaru mencakup aset militer dalam jumlah besar, sebagaimana dilansir The Independent, Kamis .Baca juga: Venezuela Sahkan Undang-undang Baru, Pendukung Blokade Minyak AS Bisa Dipenjara 20 TahunSedikitnya 10 unit pesawat Osprey, yang biasa digunakan pasukan operasi khusus AS, termasuk dalam pengerahan tersebut.Komando Selatan AS atau US Southern Command menolak memberikan komentar terkait penempatan pasukan itu.Pengerahan pasukan khusus itu terjadi seiring niat Presiden AS Donald Trump yang ingin menargetkan jaringan perdagangan narkoba di Venezuela melalui darat.Akan tetapi, Trump tidak secara eksplisit menyebut bahwa pengerahan kekuatan di lepas pantai Venezuela bertujuan memaksa pemerintah Venezuela lengser dari kekuasaan.Baca juga: Rusia Turun Tangan Dukung Venezuela Hadapi Blokade Maritim ASSebelumnya, Trump juga mengungkapkan rencana pembangunan kapal perang baru bernama "kelas Trump" dari Palm Beach, Florida, pada Senin .Dalam pengumuman tersebut, Trump didampingi sejumlah pejabat kabinet utamanya, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth.Trump menegaskan bahwa AS akan terus menyerang kapal-kapal kecil yang disebutnya membawa narkoba dengan kekuatan militer.Presiden AS itu juga menyatakan pemerintahannya akan meningkatkan pencegatan terhadap kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela yang diduga melanggar sanksi.Puluhan kapal di perairan Venezuela disebut sebagai bagian dari shadow fleet, armada bayangan yang membantu Caracas menghindari sanksi AS dengan mengangkut minyak sambil menyamarkan data lokasi.Baca juga: Lagi, AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Disebut Bawa 1,8 Juta BarelPemerintahan Trump kerap menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengendalikan kartel narkoba Cartel de los Soles, jaringan perdagangan narkoba yang diduga melibatkan pejabat tinggi dan petinggi militer Venezuela.Selama berbulan-bulan, AS juga sudah melancarkan serangkaian serangan militer di sekitar wilayah Venezuela dengan dalih menargetkan kapal-kapal pengangkut narkoba.Serangan tersebut dikecam Maduro dan sejumlah pemimpin kawasan sebagai tindakan ilegal.Maduro juga menegaskan AS berupaya menggulingkannya dan mengancam akan melancarkan perang gerilya jika Venezuela diserang.Akan tetapi, Gedung Putih dan Pentagon dinilai kerap menghindari jawaban tegas terkait kemungkinan perang terbuka dengan Venezuela, meski jumlah korban tewas dilaporkan telah melampaui 100 orang.Baca juga: Lagi, AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Disebut Bawa 1,8 Juta Barel


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-01 18:47