Presiden Prabowo Akan Umumkan 10 Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto pada 10 November 2025

2026-01-14 06:04:51
Presiden Prabowo Akan Umumkan 10 Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto pada 10 November 2025
-Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan nama-nama tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, termasuk Presiden Soeharto, Senin .Keputusan ini diambil setelah serangkaian konsultasi dengan berbagai pihak dan pimpinan negara.Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu malam, ."Kurang lebih 10 nama. Ya, termasuk (masuk Soeharto)," ujar Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan, dikutip Antara . Baca juga: Mensos Sebut Soeharto Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional: Mari Ingat yang Baik dan...Prasetyo menjelaskan bahwa penetapan sepuluh nama pahlawan nasional tersebut telah melalui proses finalisasi dalam rapat terbatas yang diadakan di kediaman Presiden Prabowo di Jakarta Selatan. Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.Pada rapat finalisasi ini, Presiden Prabowo menerima masukan dari pimpinan DPR dan MPR. Beliau meminta pandangan dari berbagai tokoh sebelum memutuskan gelar ini.Menurut Prasetyo, proses ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara.Baca juga: Soal Pahlawan Nasional, Cak Imin: Yang Jadikan Demokrasi dan Reformasi adalah Gus DurPrasetyo menegaskan bahwa penetapan nama-nama pahlawan nasional ini bukan hanya untuk mengapresiasi jasa Soeharto dan tokoh-tokoh lain, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pemimpin yang telah berjuang untuk negara."Sekali lagi, ini adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu kita, terutama para pemimpin yang telah memberikan jasa luar biasa bagi bangsa dan negara," kata Prasetyo.Baca juga: Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Cucu: Mohon Doa dan Restu Sebelumnya, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan bahwa sejumlah tokoh penting seperti Presiden ke-2 Soeharto, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan tokoh buruh Marsinah, layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. "Presiden Soeharto memenuhi syarat, Gus Dur juga memenuhi syarat, Marsinah pejuang buruh juga layak, begitu juga Syaikhona Kholil," ujar Syaifullah di Jakarta, Minggu.Selain mereka, masih banyak nama pejuang lainnya yang diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional."Banyak sekali nama yang diusulkan. Nanti kita tunggu siapa yang akan diumumkan Presiden sebagai Pahlawan Nasional tahun ini," tambahnya.Baca juga: Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Surya Paloh: Tak Masalah Syaifullah menjelaskan bahwa gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan setelah melewati proses seleksi yang ketat, dimulai dari tingkat daerah hingga ke pusat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 04:16