Skor PISA Siswa Indonesia Rendah, Guru di Semarang Inovasi Buku Pop-up

2026-01-16 19:07:38
Skor PISA Siswa Indonesia Rendah, Guru di Semarang Inovasi Buku Pop-up
SEMARANG, - Pagi itu, aktivitas pembelajaran di SDN Rejosari 01 Semarang, Jawa Tengah terasa lebih semarak. Anak-anak tampak antusias melihat buku munculan atau buku pop-up yang dibawa guru kelas 5C, Nurhayati.“Bu, dibuka sekarang, ya?” kata seorang siswi bernama Naila.Begitu halaman pertama pop-up dibuka, Naila langsung terperangah. Sebuah tumpeng besar dari buah-buahan muncul berdiri, dikelilingi figur kera yang tersusun bertingkat seakan bergerak.Di baliknya, tampak ilustrasi jembatan menuju Goa Kreo dan aliran sungai yang digambar berlapis. Elemen gambar itu terangkat ketika halaman ditarik, membuat sisipan visual tampak tiga dimensi.Baca juga: Siswa Terlibat Judol dan Pinjol, Pemerintah Diminta Perkuat Pendidikan Karakter dan Literasi DigitalBuku pop-up karya guru binaan Tanoto Foundation itu berjudul Sesaji Rewanda, Hadiah untuk Kera Goa Kreo, mengangkat tradisi memberi makan kera liar di objek wisata Goa Kreo, Semarang. Warna-warna cerah dan struktur buku bergambar yang rapi membuat anak-anak seperti diajak “masuk” ke dalam ceritanya.“Kayak beneran masuk ke ceritanya,” ujar Naila kagum.Di sampingnya, Arkadia ikut mengangguk setuju. Baginya, buku pop-up membuat pelajaran lebih mudah dipahami. Ia jadi lebih bersemangat mengetahui tradisi Sesaji Rewanda.Dok. Nurhayati Siswa-siswi kelas 5 C SDN Rejosari 01 Semarang, Jawa Tengah menyimak buku pop-up tentang kuliner di Semarang.Keseruan pembelajaran dengan buku pop-up ini tak lepas dari kegelisahan yang dialami Nurhayati dan sejumlah guru lainnya.Kepada Kompas.com, ia mengaku kerap menemukan murid yang mampu membaca cepat, namun belum memahami isi bacaan secara utuh. Fenomena viral siswa yang kesulitan menjawab pertanyaan sederhana menurutnya bukan kasus tunggal.“Memang sekarang banyak miscued (salah kaprah) dalam proses belajar. Kalau dulu, anak-anak dituntut bisa menghafal dan menjawab cepat. Sekarang, mereka diarahkan untuk berpikir kreatif. Tapi di situ kadang muncul celah, ada hal-hal dasar yang terlewat. Pondasinya memang belum kuat,” ujar Nurhayati.Keresahan itu pula yang akhirnya mendorong Nurhayati dan rekan-rekan guru di Semarang mengembangkan media belajar yang lebih menarik dan kontekstual, salah satunya lewat pop-up book hasil kolaborasi dengan Tanoto Foundation.Baca juga: Jagat Literasi Kompas.com: Upaya Tingkatkan Literasi hingga Pelosok NegeriData Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menempatkan Indonesia di peringkat 69 dari 81 negara. Angka itu menunjukkan kemampuan dasar membaca dan berhitung masih memerlukan perhatian serius.Hasil Asesmen Nasional Kemendikbud bahkan menyebutkan dua dari tiga anak Indonesia belum mencapai kompetensi numerasi minimum. Sementara itu, sepertiga anak belum mampu memahami bacaan secara utuh.Statistik ini kerap terlihat dalam kenyataan sehari-hari, termasuk dalam video-video viral siswa yang kesulitan menjawab pertanyaan sederhana seperti “Apa ibu kota Jawa Tengah?” atau “Apa singkatan BJ dalam BJ Habibie?”World Bank dalam kajian Foundational Learning menyebut literasi dan numerasi dasar adalah fondasi seluruh proses belajar. Tanpa kemampuan memahami bacaan dan konsep numerik dasar sejak dini, anak akan kesulitan mengikuti mata pelajaran lain.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-01-16 18:27