Pramono Siapkan Wajah Baru Jalan Rasuna Said Usai Bongkar Tiang Monorel Tahun Depan

2026-01-12 04:19:35
Pramono Siapkan Wajah Baru Jalan Rasuna Said Usai Bongkar Tiang Monorel Tahun Depan
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana memulai pembongkaran tiang-tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada awal tahun 2026."Tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan itu sudah 21 tahun. Mulai Januari 2026 akan saya bongkar tiang monorelnya," ungkap Pramono dalam pembukaan Fairview Hotel di Jakarta Selatan, Sabtu .Ia tengah menyiapkan wajah baru kawasan perkantoran ini meliputi pelebaran jalan hingga perbaikan pedestrian.Baca juga: Setelah 100 Tahun, Taman di Kota Terlarang China Akhirnya Dibuka untuk Umum, Apa Istimewanya?Upaya penghijauan dengan menanam pohon di sepanjang kawasan ini pun turut dilakukan usai tiang-tiang monorel mangkrak itu dibersihkan."Saya yakin jalan itu menjadi jalan yang lebih baik karena bisa mengurangi kemacetan kurang lebih 15 persen," kata Pramono.Tiang-tiang monorel di Jakarta Selatan dibangun sejak 2004 dan mangkrak pada 2007. Hingga saat ini, hampir seluruh tiang beton tersebut masih berdiri tanpa fungsi di tengah kota.Baca juga: Jadi Pertama Kali, Mini Museum KRL Hadir di Stasiun Jakarta KotaPemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan ultimatum tegas kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk segera membongkar tiang-tiang monorel Jakarta yang masih berdiri di kawasan Senayan dan Jalan HR Rasuna Said.Meski menyayangkan beberapa kepala daerah Jakarta yang tidak menyelesaikan proyek ini, Pramono mengaku senang menyelesaikan proyek mangkrak.Baca juga: 126 Turis dari Selandia Baru Mendarat di YIA Naik Pesawat Besar Airbus A330Kompas.com/Krisda Tiofani Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan pembukaan Fairview Hotel by Artotel di Jalan Radio Dalam Nomor 1, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan pada Sabtu ."Saya juga enggak pengin dikenang sebagai gubernur yang membangun sesuatu. Maka hal-hal baik yang dicanangkan oleh para gubernur sebelumnya, yang tidak diselesaikan, saya akan selesaikan," sambung dia.Dikutip dari Kompas.com, Minggu , BUMN diberi waktu satu bulan untuk melaksanakan pembongkaran. Jika tidak dilakukan, Pemprov DKI Jakarta akan mengambil alih proses itu pada awal tahun depan.Nantinya, pembongkaran tiang monorel Jakarta akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.Baca juga: 10 Negara Paling Ramai Dikunjungi Turis, Nomor Satu Bukan Jepang!


(prf/ega)