JAKARTA, - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol.Agus Suryonugroho memastikan kondisi penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten, terkendali.Sebelumnya, sempat terjadi antrean kendaraan di pelabuhan tersebut akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.Baca juga: Koleksi Mobil Kepala BGN Jadi Sorotan Setelah Video Bermain Golf ViralANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/bar Sejumlah truk antre untuk memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis . Kepadatan kendaraan yang terjadi di pelabuhan tersebut disebabkan cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Selat Sunda sehingga kapal sulit untuk bersandar ke dermaga. Agus menjelaskan, gelombang tinggi dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan sempat menghambat aktivitas penyeberangan, sehingga memicu antrean kendaraan.Namun, kondisi kini berangsur normal seiring membaiknya cuaca.“Memang beberapa hari yang lalu terjadi ombak dan kondisi ekstrem sehingga penyeberangan tak bisa dilakukan. Terjadi sedikit antrean, tetapi segera bisa dikondisikan karena kondisinya sudah cukup bagus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin .Dalam pengelolaan arus kendaraan di kawasan penyeberangan, Korlantas Polri menerapkan skema pengendalian berbasis kondisi lapangan.Pada kondisi normal atau status hijau, arus kendaraan dibiarkan berjalan seperti biasa.Namun, ketika antrean meningkat dan masuk ke status kuning, petugas langsung menyiapkan langkah antisipatif.Baca juga: Cara Cek Tarif Tol Pakai Aplikasi Saat Libur Nataru Pakai MobilDOK. ASDP ASDP perketat pemeriksaan tiket dan identitas penumpang di Pelabuhan Merak menjelang libur panjang HUT ke-80 RI sejak Jumat 15 Agustus 2025. Langkah tersebut meliputi penerapan delay system serta pengaturan kendaraan ke buffer zone yang telah disiapkan di sejumlah titik, baik di sekitar Pelabuhan Merak maupun Bojonegara.“Ketika kondisi kuning, antrean sudah cukup banyak, baik di BBJ (Merak), maupun Bojonegara. Kami akan melakukan langkah antisipasi dengan delay system di KM 63, termasuk memasukkan kendaraan ke buffer zone di pelabuhan,” jelasnya.Selain pengendalian di kawasan penyeberangan, Agus menegaskan kesiapan rekayasa lalu lintas di jalan tol yang dilakukan secara situasional dan berbasis traffic counting.Rekayasa ini mencakup penerapan contraflow hingga sistem satu arah (one way), menyesuaikan dengan volume kendaraan yang melintas.“Parameter rekayasa lalu lintas di tol tergantung traffic counting. Jika mencapai 5.500 kendaraan per jam berturut-turut, kami lakukan contraflow satu lajur. Jika meningkat menjadi 6.400, contraflow dua lajur. Selanjutnya akan dikoordinasikan apakah perlu dilakukan one way,” ungkapnya.Pengamanan dan pengendalian arus lalu lintas juga difokuskan pada jalan arteri serta kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2025/26.Seluruh skenario pengendalian arus tersebut dipantau dan dikendalikan secara terpusat melalui Command Center, termasuk pengelolaan lalu lintas di Bali yang telah terintegrasi dengan sistem Smart City.“Skenario sudah kami siapkan dan dikelola melalui Command Center, termasuk di Bali yang sudah dikendalikan dengan sistem Smart City,” kata Agus.
(prf/ega)
Arus Penyeberangan Merak Terkendali, Polri Terapkan Skema Pengendalian
2026-01-12 11:54:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:30
| 2026-01-12 11:15
| 2026-01-12 10:34










































