Disenggol Zohran Mamdani di Pidato Kemenangan, Trump: Dan Ini Dimulai!

2026-01-14 23:32:44
Disenggol Zohran Mamdani di Pidato Kemenangan, Trump: Dan Ini Dimulai!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya memberikan respons terhadap pesan langsung yang disampaikan Wali Kota New York City terpilih, Zohran Mamdani, dalam pidato kemenangannya. Trump memposting pesan samar via media sosial sesaat setelah Mamdani menyebut namanya dalam pidatonya.Pesan samar itu, seperti dilansir The Guardian dan The Expresss Tribune, Rabu , diposting via akun Truth Social milik Trump pada Selasa tengah malam, ketika Mamdani sedang menyampaikan pidato kemenangannya di Brooklyn, New York City."...DAN INI DIMULAI!" demikian bunyi pesan singkat dan samar dari Trump.Tidak diketahui secara jelas apakah memang postingan Trump itu menanggapi pesan Mamdani. Namun pesan samar itu diposting Trump tepat beberapa saat setelah Mamdani menyebut namanya dalam pidatonya dan menyampaikan pesan langsung untuk sang Presiden AS yang berbunyi: "Keraskan volumenya."Trump menjadi pengkritik vokal untuk Mamdani sepanjang kampanye pemilu Wali Kota New York. Sang Presiden AS bahkan secara terang-terangan menyebut Mamdani, yang menyebut dirinya sebagai sosialis Demokrat, sebagai "komunis".Trump juga sempat melontarkan peringatan bahwa Kota New York bisa kehilangan pendanaan federal di bawah pemerintahannya, jika Mamdani memenangkan pemilu Wali Kota.Di hari-hari terakhir kampanye, Trump menyatakan dukungan untuk mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam upaya mencegah kemenangan Mamdani. Namun tampaknya langkah tersebut gagal mempengaruhi pemilih di Kota New York. Dalam pidatonya, Mamdani menyebut nama Trump beberapa kali dan menyampaikan pesan langsung yang ditujukan untuk sang Presiden AS."Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati Donald Trump soal bagaimana cara mengalahkannya, itu adalah kota yang melahirkannya," kata Mamdani dalam pidatonya."Jadi, jika ada cara untuk menakuti orang lalim, cara itu adalah dengan membongkar kondisi yang memungkinkannya mengumpulkan kekuasaan. Ini bukan hanya cara kita menghentikan Trump, tetapi juga cara kita menghentikan yang selanjutnya," cetusnya."Jadi, Donald Trump, karena saya tahu Anda sedang memperhatikan, saya punya empat kata untuk Anda: Keraskan volumenya," ucap Mamdani.Ketika menegaskan kembali serangkaian kebijakan utamanya kepada para pendukungnya, Mamdani menyebut kebijakannya akan melawan agenda Trump. Kebijakan itu mencakup rencana untuk meminta pertanggungjawaban pemilik properti atas perlakuan mereka terhadap penyewa, mengakhiri "budaya korupsi" yang menguntungkan kelas miliarder, dan memperluas perlindungan tenaga kerja serta mendukung serikat pekerja."New York akan tetap menjadi kota imigran, kota yang dibangun oleh imigran, didukung oleh imigran, dan mulai malam ini, dipimpin oleh seorang imigran," kata Mamdani."Jadi, dengarkan saya, Presiden Trump, ketika saya mengatakan hal ini: Untuk mendapatkan siapa pun dari kami, Anda harus melewati kami semuanya," tegasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-14 21:24