Tim Dokter Unair Bantu 3 Operasi Darurat Korban Banjir di RSUD Cut Meutia Aceh

2026-01-12 03:39:43
Tim Dokter Unair Bantu 3 Operasi Darurat Korban Banjir di RSUD Cut Meutia Aceh
SURABAYA, - Posko kesehatan Universitas Airlangga (Unair) memeriksa hampir 200 pasien sejak mulai beroperasi di Aceh Tamiang, sejak Minggu, 6 Desember 2025.Diketahui, Unair menerjunkan tenaga kesehatan gabungan dalam penanganan korban longsor dan banjir di Sumatera.Para dokter spesialis dan residen anestesi serta ortopedi Unair juga bergabung dalam tim operasi di RSUD Cut Meutia, Langsa, untuk menangani kasus-kasus darurat pascabencana.Bersama tim dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) serta Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), tim medis Unair melakukan operasi pada tiga pasien yang mengalami cedera berat akibat longsor dan banjir di Aceh.Baca juga: Tangani Korban Bencana di Sumatera, UNAIR Terjunkan Tenaga Kesehatan GabunganSalah seorang dokter dari Fakultas Kedokteran Unair, dr Zulfikar mengungkapkan, kasus tersebut meliputi patah tulang paha dan patah tulang betis.“Jadi memang ada tiga pasien operasi darurat karena patah tulang paha dan patah tulang betis yang membutuhkan tindakan operasi segera agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut,” ujar Zulfikar dalam keterangan tertulis, Senin .Menurut dia, keluhan pasien yang ditangani beragam. Mulai dari penyakit infeksi saluran pernapasan hingga gangguan pencernaan.“Penyakit terbanyak yang kami temukan adalah batuk, pilek, sesak napas, dan diare,” kata Zulfikar.Selain keluhan umum, puluhan warga datang dengan luka-luka yang memerlukan pembersihan dan tindakan medis.Luka tersebut umumnya disebabkan pecahan kaca, logam, atau paku saat banjir atau saat warga mulai membersihkan rumah mereka.Tim Unair melakukan perawatan luka secara profesional untuk mencegah infeksi, mengingat risiko penyakit meningkat pascabencana.Baca juga: Tim Kesehatan UNAIR Rawat Korban Bencana di Aceh Tamiang , Luka Infeksi Paling Banyak Ditemui


(prf/ega)