Saat Bencana Melanda, Universitas Terbuka Perkuat Peran Sosial dan Dukungan Pendidikan

2026-01-14 15:29:55
Saat Bencana Melanda, Universitas Terbuka Perkuat Peran Sosial dan Dukungan Pendidikan
Jakarta - Universitas Terbuka (UT) menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat dan mahasiswa yang terdampak bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui inisiatif UT Peduli, UT hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi sosial maupun pendidikan.Bencana di berbagai wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlangsungan studi mahasiswa UT. Menyikapi situasi ini, UT memandang bahwa respons terhadap bencana tidak cukup berhenti pada penanganan darurat semata. Diperlukan kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan, terutama untuk menjaga hak mahasiswa atas pendidikan di tengah kondisi krisis.Sebagai wujud komitmen tersebut, UT menetapkan kebijakan strategis berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak bencana. Kebijakan yang ditetapkan oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., ini diberlakukan pada Semester 2025/2026 Ganjil sebagai bentuk keprihatinan mendalam, tanggung jawab institusi, serta komitmen UT dalam memastikan keberlanjutan studi mahasiswa.AdvertisementMelalui kebijakan ini, UT memberikan beasiswa berupa pembebasan UKT selama satu hingga dua semester, menyesuaikan dengan tingkat keparahan dampak bencana yang dialami. Tercatat sebanyak 2.020 mahasiswa menerima manfaat dari kebijakan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban finansial mahasiswa dan keluarga pascabencana, sekaligus meminimalkan risiko putus studi akibat tekanan ekonomi.Kebijakan pembebasan UKT ini juga menjadi bagian dari komitmen UT dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Pengurangan Ketimpangan. Melalui kebijakan ini, UT memastikan akses pendidikan tetap terjaga secara inklusif dan berkeadilan, bahkan dalam situasi paling menantang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-01-14 14:40