Doli Sebut Sejumlah Daerah di Sumatera Tak Sanggup Lagi Tangani Bencana

2026-01-14 01:22:59
Doli Sebut Sejumlah Daerah di Sumatera Tak Sanggup Lagi Tangani Bencana
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan sejumlah daerah di Sumatera tak sanggup menangani dampak bencana banjir hingga tanah longsor. Doli mendorong agar bencana di Sumatera diambil alih oleh pemerintah pusat."Dan saya waktu itu ketemu dengan beberapa bupati. Situasi Banda Aceh seharian itu, saya seharian dari pagi sampai sore itu hujan deras nggak berhenti. Bahkan saya turun dari pesawat itu sinyalnya udah nggak ada. Saya bilang ada kenapa ya? Ya memang karena situasi di sana itu pada saat itu memang lagi awal-awalnya mulai bencana itu," kata Doli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).Doli mengatakan sempat kembali lagi ke Aceh melaksanakan Musda Golkar, lalu mendapat kabar situasi di sana memprihatinkan. Menurut dia, sejumlah daerah yang terkena dampak bencana tak mampu untuk menanganinya."Makanya salah satu rekomendasi musda itu saya minta isinya adalah meminta kepada pemerintah pusat untuk menetapkan status Aceh itu sebagai daerah bencana nasional. Nah, kenapa? Karena memang kepala daerah, masyarakat di sana, ya sudah tidak mampu untuk menangani itu karena jalan buntu. Semua jembatan putus," ujar Doli."Saya kemarin juga ke dapil pemilihan saya, di Langkat, jadi saya besok mau ke sana lagi. Kita mau ngasih bantuan pun, ya, stoknya sudah terbatas. Itu di Medan kita mau beli sejumlah, misalnya bahan pokok lah itu, itu juga nggak bisa terlalu banyak. Karena stoknya sudah nggak ada. Dibatasi," sambungnya.Doli menilai sejumlah daerah tak sanggup lagi menangani bencana tersebut. Doli melihat kondisi tersebut harus diambil alih oleh pemerintahan pusat agar terkoordinasi dengan baik."Nah, oleh karena itu, saya secara, ya, apa namanya, saya melihat situasinya beberapa daerah secara langsung, memang itu daerah yang tidak sanggup lagi untuk mengatasi itu. Oleh karena itu, memang harus di-takeover oleh pusat," kata Doli.Anggota Komisi II DPR tersebut menyarankan pemerintah daerah yang sudah tidak sanggup menangani bencana untuk bersurat ke pemerintah pusat. Doli menilai harus ada langkah konkret untuk penanganan bencana di Sumatera."Makanya saya kemarin, di beberapa kesempatan saya katakan, ya, segera saja gubernur masing-masing 3 provinsi ini langsung berkoordinasi dengan bupatinya, ya, kalau nggak bisa fisik, pakai Zoom, kan banyak segala macam itu," kata Doli."Langsung memohon segera kepada pemerintah pusat menyatakan bahwa mereka tidak sanggup lagi. Kalau itu memang salah satu syarat proses penetapan satu daerah provinsi menjadi bencana nasional," imbuhnya. Tonton juga video "Akankah Musibah di Sumatera Jadi Bencana Nasional? Ini Kata Pratikno"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-14 00:48