Banjir Sumatera, Pertamina Sediakan Telepon Khusus untuk Suplai Operasi

2026-01-11 03:10:51
Banjir Sumatera, Pertamina Sediakan Telepon Khusus untuk Suplai Operasi
JAKARTA, - PT Pertamina Patra Niaga menyediakan nomor telepon khusus untuk dihubungi instansi atau lembaga yang menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putro, mengatakan pihaknya terus memastikan pasokan energi untuk kebutuhan evakuasi dan masyarakat terdampak bencana.“Pertamina Patra Niaga menyiapkan Nomor Telepon Khusus yang dapat dihubungi oleh Instansi/Lembaga untuk penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang membutuhkan dukungan energi. Nomor layanan tersebut adalah 082276929620,” kata Mars Ega dalam keterangan resminya, Senin .Baca juga: KAI Percepat Normalisasi Jalur Sumatera Pasca Banjir Demi Keselamatan PenumpangMars Ega menyebut, pasokan energi sangat penting untuk mendukung operasi penanggulangan bencana.Distribusi logistik, evakuasi warga terdampak, dan berbagai layanan darurat lainnya membutuhkan suplai bahan bakar minyak (BBM).“Karena itu, ketersediaan BBM harus dipastikan aman dan bisa diakses secara cepat oleh pihak terkait di lapangan,” ujar Mars Ega.Ia berharap, melalui layanan khusus itu, distribusi suplai energi bisa terjaga dan menjangkau semua wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.“Pertamina Patra Niaga juga memastikan seluruh tim operasional tetap siaga untuk memberikan dukungan terbaik di tengah kondisi darurat ini,” kata dia.Selain untuk instansi khusus, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan kanal bagi masyarakat yang ingin menanyakan informasi pasokan BBM dan LPG di daerah terdampak bencana.“Dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135,” tutur Mars Ega.Diketahui, tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumbar, dan Sumut, dilanda banjir bandang dan tanah longsor.Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal per Minggu mencapai 442 orang dan 402 lainnya masih hilang.Sementara itu, puluhan ribu warga mengungsi karena rumah mereka luluh lantak diterjang banjir besar.Sejumlah titik dikabarkan masih terisolir karena akses jalan yang tertimbun material longsor dan banjir hingga berkilo-kilo meter. Mereka membutuhkan pasokan bahan pangan dan energi.Baca juga: Banjir Bandang dan Lubang Kebijakan Sektor Tambang


(prf/ega)