PHE Cetak Value Creation Rp 3,7 Triliun Lewat UIIA 2025

2026-01-12 02:26:37
PHE Cetak Value Creation Rp 3,7 Triliun Lewat UIIA 2025
JAKARTA, - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil mencatatkan value creation Rp 3,7 triliun dari penyelenggaraan Forum Presentasi Upstream Innovation & Improvement Awards (UIIA) 2025, sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.Ajang tahunan yang berlangsung pada 9-11 Desember 2025 tersebut, mengusung tema "BISA (Big Impact Through Small Act): Innovation in Motion for a Sustainable Future", yang menegaskan komitmen Subholding Upstream Pertamina untuk terus menggerakkan inovasi secara konsisten.Tahun ini juga menandai tahun ketiga kolaborasi Continuous Improvement Program (CIP) dengan Tim Cost Optimization Upstream (OPTIMUS) dalam proses verifikasi value creation.Baca juga: Rilis 2026, Apa Itu BBM Pertamina Biosolar Performance buat Industri?Sebanyak 108 delegasi CIP dari seluruh lingkungan Subholding Upstream berpartisipasi. Para delegasi tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berbagi praktik terbaik dan pengetahuan lintas fungsi demi menciptakan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.Hasil verifikasi terhadap 108 tema CIP menunjukkan peningkatan signifikan. Total value creation cost real tercatat mencapai Rp 3,7 triliun, yang terdiri dari penghematan biaya (cost saving) sebesar Rp 956 miliar, pertumbuhan pendapatan (revenue growth) sebesar Rp 2,3 triliun, serta cost avoidance sebesar Rp 374 miliar.Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti keandalan Subholding Upstream dalam mendorong inovasi yang berdampak nyata."Melalui UIIA tahun 2025 saya mengajak seluruh Perwira untuk melakukan impactful change, terus berinovasi melakukan perbaikan berkelanjutan dan mendorong ruang keberlanjutan bisnis di masa depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa . Baca juga: Libur Nataru, Pertamina Patra Niaga Operasikan 1.866 SPBU 24 Jam Forum UIIA 2025 menampilkan berbagai inisiatif strategis, mulai dari pengembangan teknologi ramah lingkungan, digitalisasi operasi, hingga inovasi bisnis yang membuka peluang pertumbuhan baru. Seluruh inisiatif dirancang untuk meningkatkan keandalan operasi sekaligus mendukung agenda transisi energi.Awang menegaskan, budaya inovasi menjadi kunci pencapaian target jangka panjang perusahaan."Mari kita semua menjadi agent of innovation yang bekerja sama dan berkolaborasi untuk mendukung target 2030, yakni produksi minyak 1 juta barrel per hari, produksi gas 4 BSCFD, dan reserve to production selama tujuh tahun," katanya.


(prf/ega)