Desember Jadi Bulan Ajaib IHSG? Begini Cara Investor Menangkap Peluang Window Dressing dan Santa Claus Rally

2026-01-11 23:15:52
Desember Jadi Bulan Ajaib IHSG? Begini Cara Investor Menangkap Peluang Window Dressing dan Santa Claus Rally
JAKARTA, - Memasuki awal Desember, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memasuki periode musiman yang sering menjadi perhatian investor, yakni window dressing dan santa claus rally. Dua fenomena ini kerap mendorong penguatan pasar, baik karena strategi manajer investasi menjelang tutup tahun maupun sentimen positif yang muncul secara alami di akhir tahun. Lantas apa itu window dressing dan santa claus rally, serta bagaimana investor menyikapi dua kondisi tersebut? Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menjelaskan perbedaan utama antara keduanya terletak pada durasi dan penyebab kemunculannya. Window dressing berlangsung pada pekan terakhir Desember, ketika manajer investasi menata ulang portofolionya agar tampak lebih baik saat laporan kinerja akhir tahun diterbitkan. Baca juga: IHSG Berpotensi Menguji Area 8.660, Berikut Daftar Saham yang Jadi Pilihan Analis Hari Ini Sementara itu, santa claus rally memiliki rentang waktu lebih panjang, dari pekan ketiga Desember hingga pekan pertama Januari, serta muncul sebagai fenomena pasar yang terjadi secara natural akibat perilaku kolektif investor, peningkatan optimisme, dan sentimen positif menjelang pergantian tahun. “Terkait perbedaan santa claus rally dan window dressing, yang membedakan adalah jangka waktu event tersebut. Window dressing terjadi di pekan terakhir Desember sedangkan santa claus rally terjadi lebih panjang diantara pekan ketiga Desember hingga pekan pertama Januari,” ujar Ahmad Faris Mu’tashim kepada Kompas.com, Senin . Window dressing merupakan aksi yang dilakukan secara sadar oleh manajer investasi untuk mempercantik portofolio, sementara santa claus rally lahir dari aktivitas pasar yang lebih luas tanpa rekayasa tertentu. Ketika keduanya terjadi bersamaan, efek kenaikan harga saham bisa semakin kuat karena terdapat dorongan permintaan dari dua sisi sekaligus. “Jika manajer portofolio melakukan window dressing saat pasar sedang dalam santa claus rally akan membuat peluang kenaikan harga secara umum makin kuat,” paparnya. Baca juga: Momentum Window Dressing, Simak Saham yang Menarik Dipantau Sepekan Ini Secara historis, IHSG juga menunjukkan kecenderungan positif di bulan Desember. Dalam periode 2015-2024, IHSG delapan kali mencatatkan penguatan dan hanya dua kali melemah, dengan rata-rata kenaikan mencapai 2,63 persen. Investor menghadapi dua fenomena ini dengan strategi berbeda. Faris menyebut Investor berpengalaman biasanya mulai mengambil posisi sejak Oktober hingga November, jauh sebelum reli terjadi. Dengan demikian, saat pasar menguat pada Desember, mereka sudah berada pada posisi yang menguntungkan dan sering memanfaatkan momentum tersebut untuk taking profit. Musim reli akhir tahun ini juga dapat menjadi peluang trading jangka pendek bagi investor, mengingat IHSG cenderung mendapat dorongan dari optimisme pasar, peningkatan likuiditas, dan sentimen akhir tahun. Namun porsi investasi perlu diatur lebih hati-hati karena jumlah hari perdagangan lebih sedikit dan potensi aksi ambil untung meningkat. “Sehingga para investor bisa memanfaatkan seasonality tersebut untuk momentum trading jangka pendek. Dengan adanya santa claus rally dan window dressing yang berpeluang membuat IHSG naik, namun dengan size yang lebih di manage karena tetap ada potensi profit taking karena hari bursa yang lebih sedikit dari biasanya,” beber Faris. Baca juga: Santa Claus Rally, Rupiah Dibuka Menguat Tipis


(prf/ega)