Damkar Luruskan Kabar Pekerja Terjebak saat Kebakaran di PT Dua Kelinci Pati

2026-01-14 03:21:52
Damkar Luruskan Kabar Pekerja Terjebak saat Kebakaran di PT Dua Kelinci Pati
PATI, - Pemadam Kebakaran (Damkar) meluruskan kabar simpang siur soal adanya pekerja terjebak saat kebakaran hebat yang melanda gudang pabrik PT Dua Kelinci, Kabupaten Pati.Saat ini api berhasil dipadamkan dan pekerja dipastikan selamat.Api di PT Dua Kelinci sudah berhasil padam pada Selasa sekitar pukul 06.00 WIB, setelah lebih dari 10 jam proses pemadaman. Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pati, Wahyu Widiatmoko memastikan situasi telah aman sejak malam pertama kejadian.Ia meluruskan bahwa para pekerja bukan terjebak di area gudang yang terbakar, melainkan berada di parkir belakang dan takut bergerak ke depan karena skala api yang masih besar.Baca juga: Kebakaran PT Dua Kelinci Pati: Nihil Korban Jiwa, 25 Unit Damkar Amankan Area Tengah“Bukan terjebak di dalam gedung yang terbakar, tapi di area parkir belakang. Sekitar jam 21.30 WIB, kami sudah memadamkan jalur keluar. Mereka bisa keluar, aman,” jelasnya.Api yang berkobar itu diketahui terjadi pada Senin sekitar pukul 19.30 WIB.Operasi pemadaman langsung dilakukan pada malam itu juga. Wahyu menegaskan bahwa api mulai terkendali tepat pada pukul 06.00 WIB.“Sejak jam 6 itu api sudah terkendali, setelah hampir semalam kami melakukan pemadaman. Setelah itu kami lanjut pendinginan. Sekitar jam 9, kami sementara menarik unit karena kondisi sudah stabil. Tim internal perusahaan siap menangani pemadaman sporadis,” ujarnya di depan lokasi pabrik.Lamanya proses pemadaman tak lepas dari karakter material bangunan gudang yang mengandung plastik dalam jumlah besar.Baca juga: Gudang PT Dua Kelinci di Pati Kebakaran Hebat, Sudah 2 Jam Pemadaman Masih BerlangsungBarang-barang itu menjadi ‘bahan bakar’ tambahan bagi si jago merah, membuat api sulit padam total dan menyisakan titik-titik panas sporadis, kepulan asap tebal, serta bara kecil yang muncul tak beraturan.Meski begitu, Wahyu menilai kondisi sisa api masih dapat diatasi oleh tim internal proteksi pabrik yang telah bersiaga.Operasi pemadaman pun berlangsung masif dan melibatkan kolaborasi lintas elemen hingga luar daerah.Total sekitar 30 unit mobil damkar dikerahkan, diperkuat armada pendukung dan suplai air dari berbagai pihak.Dukungan juga datang dari BPBD Kabupaten Kudus, PMI Kabupaten Kudus, serta ambulans dan personel pemadam dari Kabupaten Kudus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 03:08