Waspada Cuaca Laut Periode Desember-Februari, Ini Daftarnya

2026-02-05 01:57:40
Waspada Cuaca Laut Periode Desember-Februari, Ini Daftarnya
Siap berlibur di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru)? Sebelum bepergian, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yakni informasi cuaca. Bersamaan dengan libur Nataru, cuaca dan lautan Indonesia biasanya terpantau "sibuk".Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan di periode Desember hingga Februari, selain curah hujan yang tinggi, secara klimatologis tinggi gelombang juga tergolong lebih tinggi dibanding bulan-bulan lain."Periode Desember hingga Februari (DJF) bukan cuma soal musim hujan, tapi juga sibuknya aktivitas cuaca di laut kita. Ibarat jalan raya saat mudik, atmosfer di atas Indonesia juga sedang "padat merayap" oleh berbagai fenomena angin yang bikin laut jadi lebih bergejolak," tulis BMKG dalam akun Instagram @infobmkg, Senin (1/12).Berikut beberapa aktivitas laut yang dapat terjadi saat akhir tahun.1. Angin Monsun AsiaBertiup dari Asia menuju Australia, angin ini menjadi pemicu utama gelombang tinggi di sebagian besar perairan dalam Indonesia.2. Gelombang Alun (Swell)Wilayah yang menghadap samudra lepas seperti perairan barat Sumatera dan selatan Jawa-NTT yang menghadap Samudra Hindia dan perairan utara Papua yang menghadap Samudra Pasifik menerima gelombang kiriman dari tengah samudra. Kondisi ini membuat tinggi gelombang bertahan di kategori sedang hingga tinggi (>1,5 meter).3. Siklon TropisKehadiran siklon tropis di belahan Bumi bagian selatan memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang secara signifikan, terutama di perairan di bagian selatan Indonesia.Desember - Monsun Asia Mulai BeraksiIbarat mesin, Angin Monsun Asia baru mulai "pemanasan" di bulan Desember. Tanda-tandanya terlihat di Laut Cina Selatan hingga perairan Kep. Natuna di mana kecepatan angin sudah mulai kencang, mencapai lebih dari 18 km/jam (>10 knot).Namun, di perairan dalam Indonesia seperti Selat Karimata, Laut Jawa hingga Laut Banda, kekuatan angin ini masih tergolong lambat, yakni berkisar 11-18 km/jam (6-10 knot). Karena dorongan angin belum maksimal, tinggi gelombang di perairan dalam pun umumnya masih rendah, yakni di bawah 1 meter.Januari - Puncak MusimMemasuki Januari, "mesin" Monsun Asia bekerja maksimal. Hembusan angin kini tidak hanya kencang, tapi juga meluas secara merata ke hampir seluruh perairan dalam, seperti Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Maluku, Laut Halmahera hingga Laut Banda.Kecepatan angin di perairan ini meningkat menjadi di atas 18,5 km/jam (>10 knot). Dampak langsungnya jelas, laut menjadi lebih bergejolak. Tinggi gelombang di perairan dalam yang tadinya tenang, kini berpotensi naik mencapai lebih dari 1 meter.Februari - Monsun Asia Mulai MeredaDi bulan Februari, kekuatan Monsun Asia umumnya mulai melemah. Ini ditandai dengan kecepatan angin di perairan dalam yang melambat kembali ke kisaran 7-18 km/jam (4-10 knot), sehingga tinggi gelombang pun berangsir turun.Meski begitu, harus tetap waspada. Untuk perairan yang terhubung langsung dengan samudra terbuka seperti Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Laut Sawu dan perairan Kepulauan Tanimbar, gelombang belum sepenuhnya reda dan masih bertahan di ketinggian lebih dari 0,75 meter.Selain Monsun, sistem atmosfer dan laut di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa fenomena. Kondisi angin dan gelombang di Indonesia memiliki pola musiman yang perlu diwaspadai. Walaupun ada nilai-nilai rata tahunan, kenyataannya kondisi di laut bisa berubah waktu-waktu.Ada kalanya lebih tenang, namun sering juga jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan. Bahkan, tinggi gelombang maksimum dapat mencapai hingga dua kali tinggi gelombang signifikan. Karena itu, kewaspadaan ekstra sangat penting selama periode Desember hingga Februari.BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap selalu waspada. Kondisi realita di lapangan bisa lebih ekstrem dari prediksi rata-rata. Selalu cek update cuaca terbaru di aplikasi InfoBMKG sebelum bepergian dan berlayar. Tonton juga video "BMKG Sebut Hujan Bulanan Turun dalam Sehari di Sumatera"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-05 00:48