Gudang Bulog Dekat TPS Disorot Titiek Soeharto, Pemkot Mataram Buka Suara

2026-02-01 23:45:58
Gudang Bulog Dekat TPS Disorot Titiek Soeharto, Pemkot Mataram Buka Suara
MATARAM, - Pemerintah Kota Mataram buka suara terkait Gudang Bulog di dekat TPS Sandubaya yang disorot oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto.Titiek menilai keberadaan TPS di dekat Gudang Bulog tersebut menimbulkan bau menyengat yang dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas beras yang disimpan di gudang tersebut.Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membenarkan telah beberapa kali menerima surat dari Bulog NTB terkait hal tersebut. Namun, Pemkot Mataram mengaku terkendala membuang sampah, karena saat ini TPA Kebon Kongok yang berlokasi di Lombok Barat telah ditutup atau dibatasi jumlah pembuangannya."Kendala kita untuk membuang sampah yang sekitar 250 ton setiap hari kita dapat kendala, karena TPA Kebon Kongok ditutup sehingga satu-satunya jalan di situ yang kita punya lahan," kata Lalu Alwan saat dikonfirmasi di Mataram, Kamis .Baca juga: Gudang Bulog Dekat TPS, Titiek Soeharto: Kita Masuk Baunya MenyengatAkibat pembatasan pembuangan ke TPA tersebut, volume sampah yang berada di TPS Sandubaya mengalami over kapasitas.Dulu, volume sampah di TPS Sandubaya hanya 150-160 ton per hari dan sekarang menjadi 200-250 ton per hari.Baca juga: Ditemukan 110 Ton Beras Oplosan di Lombok Timur, Oknum Bulog Diduga Terlibat"Kan dulu sampah lintas saja di situ hanya sehari lalu diangkut ke TPA Kebon Kongok dan itu tidak dipermasalahkan," kata Alwan. Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi NTB mau memfasilitasi Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk duduk bersama membahas persoalan sampah ini."Ke mana harus kita buang karena Kebon Kongok saat ini masih membatasi kita membuang di situ, nah itu yang menjadi kendala kita. Sehingga Pak Wali satu-satunya lahan ada di sana yang cukup luas ya sementara di situ," kata Alwan. Pemkot Mataram telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah volume sampah di TPS Sandubaya, di antaranya menggunakan mesin insinerator atau alat untuk membakar limbah padat dengan suhu tinggi.Alat tersebut bisa mengurangi sampah sebanyak 10 ton sehari. Dalam waktu dekat, Pemkot Mataram juga akan membangun TPST di kawasan Bintaro yang diharapkan dapat mengurangi volume sampah di TPS Sandubaya. Upaya lain adalah memilah sampah organik dan sampah plastik, serta pengelolaan sampah dengan menggunakan 'tempah dedoro' atau tempat sampah organik yang kini sedang dikembangkan oleh dinas Lingkungan Hidup."Sudah menjadi perhatiannya Pak Wali juga pemerintah kota, bukan kita menutup mata," kata Alwan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-01 22:12