PAMEKASAN, – Puluhan perahu nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tidak melaut akibat kesulitan memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar.Kondisi tersebut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena tidak memiliki bahan bakar untuk mengoperasikan perahu.Wardan, pemilik perahu, mengungkapkan dari sekitar 200 nelayan di Desa Branta Pesisir, hanya sebagian kecil yang masih melaut.Selebihnya memilih beristirahat karena tidak bisa membeli Bio Solar."Disini banyak sekali nelayan yang tidak bisa bekerja karena solar sulit. Mungkin sekitar sekitar 50 perahu tidak melaut," katanya, Kamis .Baca juga: Timbun Bio Solar, Pria di Manokwari Diringkus, Modus Pakai Aplikasi MyPertaminaIa menyebut, sebagian nelayan yang masih melaut pun harus menyesuaikan jadwal operasional dengan ketersediaan solar. Perahu yang biasanya beroperasi lima hari kini hanya bisa melaut sekitar tiga hari.Menurut Wardan, kelangkaan Bio Solar mulai dirasakan sejak awal Desember 2025 dan semakin parah dalam sepekan terakhir."Kami tidak bisa bekerja selama solar belum pulih ketersediaannya. Sebab, solar salah satu kebutuhan utama bagi nelayan," katanya.Sejak awal Desember, pom nelayan di Desa Branta Pesisir juga disebut jarang membuka layanan pembelian solar, bahkan dalam sepekan terakhir sudah tutup.Baca juga: 2 Nelayan Perempuan Asal Maluku dan Papua Gerakkan Ekonomi Keluarga PesisirRahmad (38), nelayan setempat, mengaku kondisi tersebut membuat banyak nelayan tidak dapat melaut."Banyak yang tidak bisa melaut. Membeli ke SPBU juga dibatasi dan sering kosong," katanya.Ia menyebut, pom nelayan tidak mendapat suplai Bio Solar dari Pertamina sejak sepekan terakhir, sementara kebutuhan bahan bakar bagi nelayan tetap berlangsung.Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan kuota Bio Solar untuk Kabupaten Pamekasan telah tersalurkan sesuai ketentuan."Stok solar untuk Pamekasan tersedia. Kalau ada kekosongan bersisa sementara karena dalam proses pengiriman," katanya.Ia menegaskan Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM subsidi di wilayah Madura, khususnya Bio Solar, berada pada tingkat yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."Kami juga memperketat layanan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran kepada konsumen yang berhak serta meminimalkan potensi penyelewengan oleh pihak yang tidak berwenang," tegasnya.Pertamina juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai kebutuhan.
(prf/ega)
Sulit Dapat Solar Subsidi, Puluhan Nelayan Pamekasan Tak Melaut
2026-01-11 22:50:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:09
| 2026-01-11 22:07
| 2026-01-11 20:59
| 2026-01-11 20:48
| 2026-01-11 20:28










































