Onadio Leonardo Kini Jalani Rehabilitasi Narkoba, Beby Prisilia: Kamu Bukan Penjahat

2026-01-15 02:39:45
Onadio Leonardo Kini Jalani Rehabilitasi Narkoba, Beby Prisilia: Kamu Bukan Penjahat
JAKARTA, - Menjalani proses rehabilitasi terkait kasus penyalahgunaan narkoba, aktor Onadio Leonardo mendapat dukungan penuh dari dari istrinya, Beby Prisilia. Seperti diketahui, hasil asesmen dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta menyatakan Onad murni sebagai pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba."Hey Suami.. Selalu inget yaaa Aku sama Juan, Janeera di sini selalu doain Kamu," tulis Beby dalam keterangan unggahannya dikutip Kompas.com, Minggu .Beby meyakinkan Onad bahwa keluarga akan selalu ada untuk suaminya itu.Baca juga: Empat Hari Ditahan karena Kasus Narkoba, Onad Akui Kangen Anak-anaknyaBeby juga mengunggah fotonya bersama dua anaknya, Juan dan Janeera."Selalu inget kamu, selalu Sayang kamu, dan pastinya Selalu ada buat kamu I Love You Papi," lanjut Beby.Dalam unggahan sebelumnya, Beby juga menyampaikan rasa rindu dan dukungan dengan kalimat yang mendalam."Dear my husband, 6 tahun kita nikah kamu udah kerja keras mendaki gunung. Kamu bukan jatuh, kamu cuman lagi kesandung batu kecil," tulis Beby.Baca juga: Onad Minta Maaf karena Terjerat Narkoba: Sorry Banget Buat Semuanya"Tenang sayang, kamu bukan penjahat, kamu cuma lalai dan bodoh. I love u," lanjut Beby.Penangkapan Onad dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Trifecta West Rempoa, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Kamis .Selain Onad dan Beby, seorang lainnya ditangkap dalam operasi tersebut. Dengan demikian, ada tiga orang yang ditangkap atas penyalahgunaan narkoba.Kasus ini berawal dari penangkapan di daerah Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu sekitar pukul 19.00 WIB.Baca juga: Alasan Onad Jalani Asesmen di BNNP DKI Jakarta, Keluarga Ajukan RehabilitasiDari hasil pengembangan, polisi kemudian bergerak ke Ciputat Timur dan mengamankan Onad serta istrinya.Dalam penangkapan itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa satu lembar papir, satu klip plastik kecil berisi batang ganja, satu boks kecil, dan tiga unit telepon genggam. Ada juga barang bukti ekstasi yang sudah habis.Beby sudah dipulangkan pada Jumat karena dinyatakan tes urinenya negatif.A post shared by BEBY LEONARDO (@bebyleonardo)


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 01:40