Stimulus Perbankan Rp 76 Triliun: Strategi Menkeu Purbaya Jaga Likuiditas dan Kredit

2026-02-04 23:52:54
Stimulus Perbankan Rp 76 Triliun: Strategi Menkeu Purbaya Jaga Likuiditas dan Kredit
JAKARTA, - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali bikin publik menoleh.Setelah lebih dulu memindahkan dana pemerintah Rp 200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan, kini ia menambah lagi penempatan dana Rp 76 triliun ke bank-bank besar.Total injeksi likuiditas yang ditopang Saldo Anggaran Lebih (SAL) itu pun menjadi Rp 276 triliun.Baca juga: Anak Buah Purbaya Sebut Pemerintah Tambah Penempatan Dana Rp 76 Triliun ke PerbankanFREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank.Kebijakan agresif ini memicu dua pertanyaan besar, seperti apa kondisi ekonomi dan perbankan saat ini, apa tujuan persisnya, dan seberapa jauh kebijakan ini bisa benar-benar menggerakkan kredit serta perekonomian?Tambahan penempatan dana pemerintah Rp 76 triliun dilakukan pada 10 November 2025. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun di sistem perbankan yang lebih dulu dilakukan pada akhir Oktober 2025.Struktur penempatannya cukup terkonsentrasi di bank-bank milik negara dan satu bank daerah, yakni sebagai berikut.Baca juga: Sudah Gelontorkan Rp 200 T, Purbaya Tambah Rp 76 Triliun untuk HimbaraSkema ini tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan terkait penempatan SAL pada perbankan, yang sifatnya mirip dengan skema penempatan dana pemerintah ke Himbara yang digunakan saat pandemi, tetapi dengan konteks dan skala yang jauh lebih besar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-04 22:44