Nilai Tukar Petani dan Nelayan Kompak Turun Pada Oktober 2025, Apa Penyebabnya?

2026-02-04 16:39:39
Nilai Tukar Petani dan Nelayan Kompak Turun Pada Oktober 2025, Apa Penyebabnya?
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada Oktober 2025 turun 0,02 persen menjadi 124,33 dari bulan sebelumnya yang sebesar 124,36. Kenaikan NTP ini seiring dengan terjadinya inflasi pada periode yang sama sebesar 0,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang terjadi inflasi sebesar 0,21 persen. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Adapun semakin tinggi nilai tukar petani, maka secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani. Baca juga: BPS: Nilai Tukar Petani dan Nelayan Kompak Meningkat Pada Agustus 2025, Ini Penyebabnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, penurunan NTP itu dikarenakan kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih lambat dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani. Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang dibayarkan petani ialah cabai merah, telur ayam ras, emas perhiasan, dan jeruk. "Penurunan NTP terjadi pada indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,06 persen dimana kenaikan indeks harga ini lebih lambat dari kenaikan indeks harga yang dibayarkan petani yang sebesar 0,08 persen," ujarnya dalam konferensi pers pada Senin . Pudji mengatakan, berdasarkan subsektornya, penurunan NTP Oktober 2025 dipengaruhi oleh penurunan NTP di subsektor hortikultura sebesar 2,33 persen. Baca juga: BPS: Nilai Tukar Petani Turun 0,18 Persen pada Februari 2025 Sejalan dari pengaruh subsektor tersebut, dia menyebutkan, komoditas yang menjadi penyumbang turunnya indeks harga petani yakni cabai rawit, kol atau kubis, tomat, dan kentang. Sebaliknya, subsektor lain mengalami kenaikan NTP yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,17 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik 0,25 persen. Pudji juga mengungkapkan, nilai tukar nelayan (NTN) turut menurun sebesar 0,04 persen karena penurunan indeks harga yang diterima nelayan lebih dalam dari penurunan indeks harga yang dibayar nelayan. "Ini karena indeks harga yang diterima nelayan mengalami penurunan sebesar 0,11 persen, lebih dalam dari penurunan indeks harga yang dibayar nelayan yang sebesar 0,07 persen," kata dia. Adapun komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima untuk subsektor nilai tukar nelayan ini adalah cakalang, tongkol, kembung, dan laisi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-04 16:00