Kapan Jadwal Tes Seleksi Petugas Haji 2026? Simak Infonya!

2026-02-02 13:06:57
Kapan Jadwal Tes Seleksi Petugas Haji 2026? Simak Infonya!
Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M tengah berlangsung. Bagi para pendaftar, penting untuk mengetahui tahapan tes yang sudah ditetapkan agar dapat mempersiapkan diri secara optimal.Setelah tahap pendaftaran dan pengumuman hasil seleksi awal, maka pendaftar yang lolos akan menuju ke tahap ujian, yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan ada pula tes wawancara. Lantas kapan jadwalnya?Berikut jadwal tes seleksi petugas haji 2026 yang dirujuk dari pengumuman resmi Kementerian Haji dan Umrah RI.Tes seleksi tahap pertama di tingkat kabupaten dan kota dijadwalkan berlangsung pada 4 Desember 2025 pukul 09.00 WIB. CAT tahap pertama menjadi pintu awal penilaian kompetensi dasar calon petugas haji.Kemenhaj juga menjelaskan bahwa hasil dari CAT tahap pertama akan diumumkan pada 6 Desember 2025. Peserta yang lolos dari tahapan ini berhak melanjutkan ke proses seleksi tingkat provinsi sesuai ketentuan yang sudah dijadwalkan dalam timeline resmi.Berikut rincian timeline-nya:Pada tingkat provinsi, seleksi akan dilanjutkan dengan CAT dan wawancara. Tes tahap kedua ini dijadwalkan pada 11 Desember 2025 mulai pukul 09.00 WIB. Tahap ini menjadi bagian penting dalam menilai kompetensi lanjutan serta kesiapan peserta untuk bertugas di lapangan.Setelah tahapan CAT dan wawancara selesai, Kemenhaj akan mengumumkan hasil seleksi tahap kedua pada 14 Desember 2025 pukul 16.00 WIB. Pengumuman ini menjadi penentu akhir lolos tidaknya peserta sebagai petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia.Berikut rincian timeline-nya:Seleksi untuk petugas kesehatan haji memiliki rangkaian tersendiri. Peserta yang mengikuti formasi ini akan menjalani Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH) pada 9 Desember 2025. Tes ini bertujuan menilai pengetahuan peserta terkait layanan medis dalam penyelenggaraan ibadah haji.Tahap berikutnya mencakup pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran yang dilaksanakan pada 11-16 Desember 2025. Setelah itu, proses validasi dokumen dan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 17-19 Desember 2025.Berikut rincian timeline-nya:Tonton juga video "Petugas Haji Diharapkan Menjaga Stamina untuk Pemulangan Jemaah"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-02 12:41