Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

2026-01-13 01:46:53
Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara
- Masyhur sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) nyatanya juga menjadi lumbung komoditas ekspor primadona, khususnya produk perikanan dan pertanian. Keistimewaan Sulsel ini makin nyata, dibuktikan dengan pelepasan ekspor produk unggulan senilai 1,68 juta dollar Amerika Serikat (AS) ke tujuh negara di halaman PT Mega Citra Karya, Makassar, Sulsel pada Rabu .Adapun rincian produk yang diekspor sebagai berikut. Sebanyak dua kontainer rumput laut PT Mega Citra Karya dilepas ekspornya menuju negara China. Cengkih ke Nigeria dan lada putih ke Malaysia dari CV Surya Mandiri. Kemudian kemiri ke Arab Saudi dari PT On Star (OSP).Lalu, Pop Farm, ikan beku dan gurita beku ke Selandia Baru dan AS dari CV Buana Laut Nusantara. Pakan ternak ke Korea Selatan dari PT Eastern Pearl Flour Mill. Sementara CV Celebes Berkah Niaga juga melepas ekspor rumput laut ke Tiongkok.Wajah-wajah sumringah penuh rasa bangga para pelaku ekspor terlihat mengiringi keberangkatandua kontainer. Rasa bangga itu salah satunya terpancar dari wajah Direktur PT On Star Pop (OSP)Farm, Irfandy Arwin,Baca juga: Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke MancanegaraIrfandy mengungkapkan, kesempatan ekspor ini menjadi tonggak sejarah bagi PT OSP Farm karena melaksanakan ekspor perdana produk kemiri kupas bulat segar ke Arab Saudi senilai  28.040 dollar AS.Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Export Center Makassar (ECM) melalui program UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.“Keikutsertaan dalam pelepasan ekspor ini sangat berharga bagi kami. Kami pun sangatmengapresiasi fasilitasi yang diberikan Kemendag saat kami mengikuti Trade ExpoIndonesia 2025. Pada kesempatan itu, kami diperkenalkan dengan calon buyer melalui businessmatching dengan perwakilan perdagangan Arab Saudi,” ujarnya dalam rilis persnya, Kamis .Irfandy melanjutkan, proses ekspor perdana ke Arab Saudi cukup mulus ia jalani. Ke depannya,PT OSP Farm ingin terus dapat ekspansi ke pasar yang lebih luas dan berfokus ke pasarASEAN.Baca juga: Lepas Ekspor Rp 980 Miliar, Mendag Sebut Ada Kontribusi Kopdes Merah Putih Perusahan yang dikenal memproduksi produk perkebunan, seperti cengkih, kunyit, dan lada putih juga ingin memberikan dampak positif ke lingkungan sekitar.“Kami memprioritaskan aspek keberlanjutan dengan mengelola limbah kemiri (kulit) menjadibiodiesel yang dimanfaatkan perusahaan-perusahaan lokal di Sulsel. Selain itu, kami punmemberdayakan masyarakat di sekeliling pabrik sehingga diharapkan membantu perekonomianmasyarakat,” lanjut Irfandy.Rasa bangga lainnya juga terpancar dari wajah Direktur PT Mega Citra Karya, Erwin Hamdani. Iamengungkapkan kebanggaannya dapat terus berkontribusi pada ekspor nasional. Erwin menuturkan, perusahaannya yang berdiri sejak 2010 telah memiliki pengalaman ekspor ke berbagai negara, seperti China, Spanyol, Vietnam, dan Korea Selatan. Negara-negara yang cukup ketatdalam standar produk impor."Negara tujuan ekspor dengan standar produk cukup ketat ini membuktikan bahwa produk rumputlaut Indonesia memiliki daya saing dan telah memenuhi standar kualitas global," katanya.Baca juga: Dunia Makin Ketagihan Matcha, Ekspor Teh Hijau Jepang Tertinggi dalam 70 TahunPada kesempatan kali ini, PT Mega Citra Karya sukses mencatatkan nilai ekspor ke China sebesar 68.000 dollar AS untuk produk rumput laut Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, dan Eucheuma gracilaria.


(prf/ega)