Ibu dan Bayinya Meninggal Ditolak 4 RS, Gubernur Papua: Mohon Maaf atas Kebodohan Pemerintah

2026-01-12 02:33:51
Ibu dan Bayinya Meninggal Ditolak 4 RS, Gubernur Papua: Mohon Maaf atas Kebodohan Pemerintah
- Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada keluarga Irene Sokoy, ibu hamil yang meninggal bersama bayi yang dikandungnya setelah ditolak empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura.  Ia menyebut tragedi tersebut sebagai bukti kebobrokan layanan kesehatan di Papua dan berjanji melakukan evaluasi total. “Saya mohon maaf atas kebodohan jajaran pemerintah dari atas sampai bawah. Ini contoh kebobrokan pelayanan kesehatan di Papua,” kata Fakhiri usai mendatangi rumah keluarga Irene di Kampung Hobong, Distrik Sentani, dikutip dari rilis yang diterima, Sabtu . Baca juga: Gubernur Papua Bakal Copot 2 Direktur RSUD Usai Irene dan Bayinya Meninggal karena Ditolak Ia mengakui banyak fasilitas kesehatan di Papua tidak dikelola dengan baik, termasuk peralatan medis yang rusak.Karena itu, ia memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rumah sakit, termasuk mengganti para direktur RS yang berada di bawah pemerintah provinsi.“Saya mengaku banyak peralatan medis rusak karena tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.Baca juga: Ironi Layanan Kesehatan di Jayapura, Kader Posyandu dan Bayinya Meninggal Setelah Ditolak 4 Rumah SakitFakhiri menyebut dirinya telah meminta bantuan langsung kepada Menteri Kesehatan untuk memperbaiki layanan rumah sakit di Papua.“Saya pastikan akan membenahi semua ini,” tegas mantan Kapolda Papua tersebut.Baca juga: Ditolak Sejumlah Rumah Sakit, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal di JayapuraIa juga menegaskan komitmennya menyatukan seluruh direktur rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, untuk mengutamakan keselamatan pasien di atas semua prosedur administrasi.“Layani dulu pasien, baru urus yang lain. Tidak ada alasan,” katanya.Dari data yang dihimpun Kompas.com, Irene Sokoy meninggal pada Senin pukul 05.00 WIT setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura hingga RS Bhayangkara tanpa mendapatkan penanganan memadai.Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey yang juga mertua almarhum menceritakan Irene mulai merasakan kontraksi pada Minggu siang .Keluarga membawanya menggunakan speedboat menuju RSUD Yowari./FINDI RAKMENI Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri didampingi sang istri Eva Fakhiri saat bertemu dengan keluarga dari Irine Sokoy di Kampung Hobong, Papua, pada Jumat malam. Namun, kondisi Irene yang memburuk tidak segera ditangani karena dokter tidak ada di tempat. Proses pembuatan surat rujukan pun sangat lambat.“Pelayanan sangat lama. Hampir jam 12 malam surat belum dibuat,” ujar Abraham.


(prf/ega)