Ekonomi Tumbuh 5,04 Persen: Stimulus Jalan, Konsumsi Pelan

2026-01-13 10:06:56
Ekonomi Tumbuh 5,04 Persen: Stimulus Jalan, Konsumsi Pelan
BADAN Pusat Statistik (BPS) merilis data resmi bahwa ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2025 tumbuh 5,04 persen year-on-year. Angka ini terdengar menggembirakan karena Indonesia masih mampu bertahan di atas lima persen, ambang psikologis yang kerap dijadikan parameter stabilitas pertumbuhan.Namun, ada catatan penting yang tidak tampak dari angka kasarnya: pertumbuhan ini tidak digerakkan oleh kantong masyarakat, melainkan belanja pemerintah dan kinerja perdagangan luar negeri.Dengan kata lain, mesin ekonomi masih menyala, tetapi bensinnya disuplai negara. Maka muncul pertanyaan penting: apakah pertumbuhan 5,04 persen ini benar-benar menunjukkan pemulihan, atau sekadar pertumbuhan berbasis stimulus?BPS mencatat pertumbuhan 5,04 persen ini didorong oleh dua aktor: belanja pemerintah dan kinerja ekspor. Konsumsi rumah tangga justru menunjukkan perlambatan.Ini membuat pertumbuhan terlihat seperti mobil yang melaju, tetapi dengan bahan bakar pinjaman. Ketika negara menjadi pembeli terbesar, pasar domestik sebenarnya belum sepenuhnya pulih.Dalam teori ekonomi makro, Keynes (1936) menjelaskan bahwa pemerintah memang harus masuk ketika konsumsi melemah.Baca juga: Purbaya di Pusaran Komunikasi KekuasaanNamun, bahkan Keynes tidak pernah membayangkan pemerintah menjadi “pemain utama” dalam jangka panjang.Negara seharusnya perintang badai, bukan mesin utama perdagangan. Jika konsumsi rumah tangga—yang menyumbang lebih dari 50 persen PDB—melemah, maka pertumbuhan ini punya fondasi yang rapuh.Di lapangan, masyarakat merasakan realita yang berbeda dengan angka statistik: harga pangan fluktuatif, cicilan kendaraan dan rumah semakin mahal karena bunga tetap, sementara pendapatan tumbuh tidak secepat biaya hidup.Inilah yang dikenal dalam teori permintaan sebagai purchasing power erosion—daya beli tergerus, meski ekonomi mengaku tumbuh.Jadi wajar jika masyarakat bertanya: ekonomi tumbuh, tapi siapa yang merasakan?Belanja pemerintah adalah pendorong utama kuartal III. Infrastruktur, bansos, belanja modal—semuanya menjadi “oksigen” bagi perekonomian.Secara teori, fiscal multiplier menjelaskan bahwa belanja pemerintah bisa menciptakan output berlipat, terutama di sektor padat karya.Namun, multiplier hanya bekerja kuat ketika ekonomi berputar. Sementara jika masyarakat menahan belanja, maka efek dorong fiskal bisa berhenti di satu putaran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 10:44