13,5 Ton Cengkih Terpapar Radioaktif Kembali ke RI, Akan Dimusnahkan KLH

2026-01-13 05:59:51
13,5 Ton Cengkih Terpapar Radioaktif Kembali ke RI, Akan Dimusnahkan KLH
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkap perkembangan penanganan kasus cengkih terkontaminasi radioaktif Cs-137 yang dikembalikan dari Amerika Serikat (AS). Hanif mengatakan cengkih sebanyak 13,5 ton yang terkontaminasi telah kembali ke Indonesia.Hal itu disampaikan Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Hanif mengatakan cengkih terkontaminasi berasal dari pengiriman Surabaya untuk diimpor ke AS."Penanganan kontaminasi di Lampung, Surabaya, telah teridentifikasi, terkait tercemarnya cengkih yang berasal dari pengiriman Surabaya. Selanjutnya kami lakukan penelusuran lebih lanjut," ujar Hanif.Penelusuran dilakukan di Lampung sebagai tempat cengkih berasal. Namun pihaknya tak menemukan sumber pencemaran radiasi di Lampung."Kemudian kami menemukan satu titik yang berada di perkuburan, yang kemudian kita telah kita lakukan dekontaminasi, sehingga dinyatakan aman lokasi tersebut," ujarnya.Saat ini, cengkih berton-ton tersebut telah kembali ke Indonesia setelah gagal diimpor karena terpapar radioaktif. Kementerian Lingkungan Hidup akan segera menyiapkan proses pemusnahan cengkih tersebut."Hari ini cengkih tersebut telah kembali ke Indonesia setelah diimpor dengan sejumlah 13,5 ton," ujarnya."Pelaksanaan pemusnahannya kami akan jadwalkan di tahun depan, bersisian dengan rencana anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup," imbuh dia.Simak juga Video: KLH Tak Temukan Cesium-137 di Pabrik Cengkeh Lampung-Surabaya[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-13 04:37