Menteri LH Respons Desakan 'Pecat' Buntut Bencana Sumatera

2026-02-03 04:10:15
Menteri LH Respons Desakan 'Pecat' Buntut Bencana Sumatera
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan akan bekerja dengan sepenuh tenaga untuk mengatasi bencana Sumatera. Hanif meminta dukungan agar kerjanya membuahkan hasil.Pernyataan ini disampaikan Hanif merespons ramai-ramai di media sosial yang meminta pejabat terkait bencana Sumatera di-reshuffle atau dipecat. Kata 'pecat' menjadi trending di X hingga siang ini. Ada tiga menteri yang menjadi sasaran kemarahan pengguna Twitter, salah satunya Hanif."Ya, saya akan sepenuh tenaga untuk melaksanakan ini," kata Hanif setelah menghadiri rapat kerja bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).Dia memohon dukungan dan izin agar bisa mengusut penyebab banjir di wilayah utara Pulau Sumatera. Terlebih, kata dia, persoalan lingkungan ini tak hanya terjadi tahun ini, tapi juga beberapa tahun sebelumnya."Tentu sekali lagi, kami mohon izin dukungan kita semua. Karena ini kan permasalahan jangka lama ya, tidak jadi di saat ini saja. Jadi mungkin terjadi beberapa (tahun lalu), tapi kita nggak mau menyalahkan ya," ujarnya."Pokoknya yang penting landscape-nya kurang, sehingga kita perlu meningkatkan kapasitas landscape, ya," imbuh dia.Lihat juga Video 'Reuni 212 Dukung Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 04:23