- Stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, sangat terbatas dalam beberapa pekan terakhir.Keterbatasan LPG terjadi setelah wilayah Aceh diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.Salah satu warga Banda Aceh, Nur (49), meminta pemerintah untuk segera membantu masyarakat Aceh.Ia menyampaikan bahwa masyarakat di daerahnya benar-benar membutuhkan gas untuk memasak dan keberlangsungan hidup sehari-hari.“Pemerintah tolong bantu masyarakat Aceh di seluruh wilayah Provinsi Aceh, bawa tabung gas berisi gas yang cukup untuk masyarakat Aceh,” kata Nur dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin .“Kami di Aceh sangat membutuhkan gas untuk memasak untuk keberlangsungan hidup sehari-hari,” tambahnya.Baca juga: Aceh Minta Bantuan PBB Pascabencana Banjir-Longsor: Harap UNDP dan UNICEF Turun TanganNur menambahkan, harga makanan di rumah makan dan warung mengalami kenaikan dari Rp 3.000 hingga Rp 6.000 imbas kelangkaan LPG dalam beberapa hari terakhir.Ia juga menerima keluhan dari salah satu penjual makanan bahwa LPG yang semula dibanderol Rp 195.000 hingga Rp 200.000 melonjak menjadi Rp 300.000.“Ada juga yang beli sampai Rp 370.000,” ungkap Nur.Ia menceritakan, dirinya masih berkesempatan untuk mendapatkan gas di tengah kelangkaan LPG.Namun, Nur hanya bisa mendapatkan LPG tabung lama berwarna biru, padahal sebelumnya menggunakan Bright Gas warna pink.“Ini yang ada tidak ada yang lain lagi. Itu pun sangat langka,” kata Nur.Baca juga: Melahirkan di Atas Perahu Saat Banjir Aceh, Kisah Dramatis Bidan Selamatkan Ibu dan BayiNur menambahkan, tetangga di sekitar rumahnya terpaksa memasak menggunakan tungku dan kayu bakar.Memasak menggunakan tungku dan kayu bakar sebenarnya tidak mudah di wilayah Banda Aceh karena selain susah, tempat untuk menyalakan api juga tidak ada.Tetapi, tidak ada pilihan lain bagi warga untuk bertahan selain menggunakan tungku dan kayu bakar.
(prf/ega)
"Pemerintah Tolong Bantu Masyarakat Aceh", Keluhan Warga Banda Aceh di Tengah Kelangkaan LPG
2026-01-12 18:53:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:48
| 2026-01-12 18:01
| 2026-01-12 17:26
| 2026-01-12 17:14










































