Listrik-Internet di Aceh Utara Belum Normal, Tenda Pengungsian Kurang Layak

2026-01-12 03:04:01
Listrik-Internet di Aceh Utara Belum Normal, Tenda Pengungsian Kurang Layak
ACEH, - Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil mengungkapkan bahwa kondisi listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayahnya hingga kini belum pulih pascabencana.Selain itu, fasilitas tenda pengungsian bagi warga terdampak juga dinilai masih kurang layak.Hal itu disampaikan Ismail ketika menjelaskan bahwa saat ini masih banyak kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian yang belum terpenuhi secara optimal.“Kemudian kebutuhan di pengungsi. Yang pertama sekali listrik belum normal dan Telkom. Kemudian yang kedua kebutuhan kompor gas atau gas elpiji gas 5 kilo,” kata Ismail dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI, Selasa di Aceh.Baca juga: Pasca Banjir Bandang, Tebing Sungai Krueng Tiro Aceh DiperkuatSelain listrik dan jaringan komunikasi, kebutuhan dasar lainnya juga masih menjadi persoalan. Mulai dari layanan kesehatan hingga kondisi tempat tinggal sementara para pengungsi yang masih belum layak.“Kemudian yang ketiga logistik dan obat-obatan. Kemudian empat, tenda, yang selama ini masyarakat masih di tenda biasa,” ujar Ismail.Di wilayah yang masih terisolasi, lanjut Ismail, pemerintah daerah juga membutuhkan sarana transportasi air untuk distribusi bantuan.Kemudian kebutuhan air bersih dan alat berat juga menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana.“Kemudian yang kelima boat untuk mengantar logistik di kawasan terisolir di Serah Raja dan di Dusun Selemah. Kemudian yang keenam air bersih, yang ketujuh alat berat,” ucap Ismail.Ismail memaparkan, bencana banjir di Aceh Utara berdampak sangat luas, mencakup hampir seluruh wilayah kabupaten tersebut.“Perlu saya laporkan di Aceh Utara kami 27 kecamatan. Terdiri daripada 852 desa. Yang terdampak kami 25 kecamatan, 696 kampung, 81 persen,” ungkap Ismail.Dia menyebutkan, jumlah warga yang terdampak bencana mencapai ratusan ribu kepala keluarga. Jumlah pengungsi dan juga korban jiwa akibat bencana ini juga terbilang besar.Baca juga: Bupati: Banjir Aceh Utara Lebih dari Tsunami tapi Pusat Seperti Tutup Mata“Kemudian jumlah korban bencana banjir yang terdampak 124.000 KK. Jiwa 433.000 jiwa. Kemudian jumlah korban banjir pengungsi 19.000 KK, 67.876 jiwa. Kemudian korban bencana banjir meninggal 213 orang, hilang 6, luka-luka 2.127,” kata Ismail.Dari sisi kerusakan, Ismail menyebutkan puluhan ribu rumah warga terendam dan ribuan lainnya rusak hingga hilang terbawa derasnya arus banjir.“Kemudian dampak kerusakan, rumah terendam 72.364 rumah. Kemudian rumah hilang 3.506. Kemudian rusak berat 6.236, kemudian rusak sedang 16.325, kemudian rusak ringan 20.280,” kata Ismail.“Kemudian terendam sawah 14.509 hektar, kemudian tambak 10.674 hektar,” pungkasnya.


(prf/ega)