Jutaan Pohon yang Ditanam China Ubah Siklus Air di Seluruh Negeri, Bagaimana Bisa?

2026-01-12 03:38:53
Jutaan Pohon yang Ditanam China Ubah Siklus Air di Seluruh Negeri, Bagaimana Bisa?
- Upaya penghijauan besar-besaran di China dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah siklus air negara tersebut, memindahkan air dengan cara yang baru mulai dipahami para ilmuwan.Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Earth’s Future pada 4 Oktober 2025, upaya China menanam pohon dan memulihkan padang rumput telah memengaruhi ketersediaan air di berbagai wilayah secara signifikan dan tak terduga.Studi tersebut menemukan, antara 2001 hingga 2020, perubahan tutupan vegetasi mengurangi jumlah air tawar yang tersedia bagi manusia dan ekosistem di wilayah monsun timur dan wilayah kering barat laut, yang mencakup 74 persen luas daratan China.Sementara itu, ketersediaan air justru meningkat di wilayah Dataran Tinggi Tibet, yang mencakup sisa wilayah China.“Kami menemukan bahwa perubahan tutupan lahan mendistribusikan ulang air. China telah melakukan penghijauan ulang skala besar selama beberapa dekade terakhir," kata Arie Staal, asisten profesor ketahanan ekosistem di Universitas Utrecht, Belanda, dikutip Live Science, Rabu ."Mereka secara aktif memulihkan ekosistem yang berkembang, khususnya di Dataran Loess. Hal ini juga mengaktifkan kembali siklus air,” imbuhnya.Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Disebabkan Cuaca atau Kerusakan Hutan? Ini Penjelasan BMKG dan PakarDiketahui, tiga proses utama memindahkan air antara benua dan atmosfer Bumi adalah penguapan, transpirasi, dan presipitasi.Proses penguapan meliputi mengambil air dari permukaan dan tanah, sementara transpirasi mengambil air yang diserap tanaman dari tanah.Staal mengatakan, secara bersama-sama, kedua proses itu disebut evapotranspirasi. Sementara itu, fluktuasi evapotranspirasi dipengaruhi oleh tutupan tanaman, ketersediaan air, dan jumlah energi matahari yang mencapai tanah."Baik padang rumput maupun hutan umumnya meningkatkan evapotranspirasi. Ini terutama pada hutan, karena pohon memiliki akar dalam yang dapat mengakses air saat kekeringan," jelasnya.Baca juga: Kisah Tom Phillips: Pria Selandia Baru yang Mengasingkan Tiga Anaknya di Hutan Bertahun-tahunIan Teh Setelah lebih dari satu dekade penghijauan di China yang disebut Great Green Wall, lanskap khas Duolun kini dipenuhi pepohonan dan semak belukar. Namun, pendapat para ahli berbeda-beda mengenai keberhasilan program ini.Upaya penanaman pohon terbesar atau penghijauan di China dilakukan melalui proyek Great Green Wall, yang berada di wilayah utara China yang kering dan semi-kering. Proyek itu dimulai pada 1978 yang dilakukan untuk memperlambat perluasan gurun.Selama lima puluh tahun terakhir, tutupan hutan meningkat dari sekitar 10 persen pada 1949 menjadi lebih dari 25 persen saat ini, yang setara dengan luas negara Algeria.Tahun lalu, pemerintah mengumumkan gurun terbesar di China telah dikelilingi vegetasi, namun penanaman pohon tetap berlanjut untuk mencegah desertifikasi.Proyek besar lainnya termasuk Grain for Green Program dan Natural Forest Protection Program, yang keduanya dimulai pada 1999.


(prf/ega)