Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Diprediksi Kurangi Macet hingga 18 Persen

2026-01-12 03:29:22
Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Diprediksi Kurangi Macet hingga 18 Persen
JAKARTA, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan rencana pembongkaran tiang proyek Monorel Jakarta di Jalan HR Rasuna Said dan pelebaran jalan di koridor tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, berdasarkan kajian Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pembongkaran tiang monorel yang mangkrak sejak 2007 itu diprediksi dapat mengurangi tingkat kemacetan di kawasan Rasuna Said hingga 14–18 persen.“Kalau itu (pembongkaran dan pelebaran jalan) bisa dilakukan, berdasarkan hasil kajian, analisa, survei, dan juga perhitungan dari Dinas Perhubungan, maka kemacetan di Rasuna Said akan turun antara 14 sampai dengan 18 persen,” ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis .Baca juga: Pramono Siap Pakai APBD untuk Bongkar Tiang Monorel di JakartaIa menyampaikan, Pemprov DKI telah memberi waktu kepada PT Adhi Karya sebagai pelaksana proyek untuk melakukan pembongkaran.Jika dalam satu bulan pembongkaran belum dilakukan, Pemprov DKI akan mengambil alih pekerjaan tersebut.“Kalau dalam satu bulan mereka kemudian tidak membongkar, maka DKI yang akan membongkar. Dan kapan DKI akan membongkar, kami sudah menetapkan waktunya adalah Januari,” kata Pramono.Pramono menambahkan, anggaran pembongkaran dan pembangunan pelebaran jalan, termasuk peningkatan fasilitas pedestrian, telah dialokasikan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2025.“Kalau Januari nanti DKI membongkar, sekaligus ya kami akan potong, kami bongkar, lalu kita buat pelebaran jalan, pedestrian-nya kami bangun, dan dananya sudah ada. Tahun depan mudah-mudahan Rasuna Said akan menjadi lebih baik,” ujarnya.Baca juga: Pramono Ultimatum Adhi Karya Bongkar Tiang Monorel, Tenggat Satu BulanProyek Monorel Jakarta sempat digagas sejak awal 2000-an, namun berhenti pada 2007. Puluhan tiang beton yang tersisa di sejumlah titik ibu kota kini dinilai mengganggu tata ruang, estetika kota, serta mempersempit jalur lalu lintas terutama di kawasan Rasuna Said dan Senayan.


(prf/ega)