— Banjir bandang Pidie Jaya yang terjadi pada Rabu dini hari meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.Bencana alam tersebut tidak hanya merenggut nyawa warga, tetapi juga menghancurkan harta benda, merusak ribuan kendaraan, menewaskan hewan ternak, serta menimbun areal persawahan produktif dengan lumpur tebal.Material lumpur akibat banjir bandang menutup jalan-jalan utama hingga menyatu dengan lahan pertanian. Sawah warga yang sebelumnya produktif kini tidak bisa lagi digarap karena tertimbun lumpur dalam jumlah besar.Baca juga: 4 Gajah yang Bantu Evakuasi Banjir di Pidie Jaya Aceh Diistirahatkan, Kondisinya Dipastikan SehatBerdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya yang dirilis pada Jumat , tercatat 5.959 unit kendaraan warga mengalami kerusakan akibat banjir bandang tersebut.Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan menyeluruh di sejumlah kecamatan terdampak.“Data terakhir jumlah kendaraan rusak 5.959 unit. Terdiri dari Trienggadeng 546 unit, Meureudu 1.403 unit, Meurah Dua 2.329 unit, Ulim 374 unit, Jangka Buya 436 unit, dan Bandar Dua (Ulee Gle) 871 unit,” ujar Sibral Malasyi, Jumat .Selain kendaraan milik warga, banjir bandang juga merusak kendaraan operasional Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, yakni empat unit kendaraan pengangkut sampah dan 14 unit kendaraan dinas.Tak hanya itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut terdampak dengan empat unit kendaraan rusak, masing-masing dua unit di Kecamatan Meureudu, satu unit di Kecamatan Ulim, dan satu unit di Kecamatan Bandar Dua.Baca juga: Kemenhut Buka Suara Soal Peran Gajah di Pidie Jaya: Prioritaskan Keselamatan Satwa dan WargaDampak banjir bandang Pidie Jaya juga terasa sangat parah di sektor peternakan. Bupati Sibral Malasyi menyebut jumlah hewan ternak yang mati akibat terjangan air bah mencapai ribuan ekor.Tercatat, lembu dan kerbau yang mati mencapai 3.955 ekor, dengan rincian di Bandar Baru 382 ekor, Panteraja 155 ekor, Trienggadeng 465 ekor, Meureudu 1.248 ekor, Meurah Dua 515 ekor, Ulim 468 ekor, Jangka Buya 244 ekor, dan Bandar Dua 478 ekor.Sementara itu, kambing dan domba yang mati akibat banjir bandang mencapai 5.400 ekor, tersebar di Bandar Baru 770 ekor, Panteraja 430 ekor, Trienggadeng 545 ekor, Meureudu 835 ekor, Meurah Dua 715 ekor, Ulim 723 ekor, Jangka Buya 532 ekor, serta Bandar Dua 750 ekor.Selain ternak besar dan kecil, unggas milik warga juga terdampak parah. BPBD mencatat sebanyak 100.998 ekor unggas mati, dengan sebaran terbanyak di Meurah Dua sebanyak 20.400 ekor dan Meureudu 16.950 ekor.Baca juga: Saat 4 Gajah Perkasa Bantu Evakuasi dan Trauma Healing Korban Banjir Pidie Jaya AcehKeuchik Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, A Halim Ishak, mengungkapkan banjir bandang datang secara tiba-tiba dengan ketinggian air yang ekstrem, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda maupun hewan peliharaan.“Saat debit air banjir tinggi, warga rata-rata terkurung di dalam rumah. Mereka menyelamatkan diri dengan menerobos plafon hingga naik ke atas atap. Sebagian bertahan di dalam rumah dengan naik ke atas meja atau tempat yang lebih tinggi,” kata Halim kepada Serambinews.com, Sabtu .Ia menambahkan, banyak kendaraan warga tertimbun lumpur dan binatang peliharaan mati karena derasnya arus air bah.
(prf/ega)
Banjir Pidie Jaya Rusak 5.959 Kendaraan dan ibuan Ternak, Polisi Terobos Medan Berat Salurkan Bantuan
2026-01-12 06:45:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:41
| 2026-01-12 06:31
| 2026-01-12 06:03
| 2026-01-12 05:23










































