Jakarta - Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat dan meningkatkan daya saing industri nasional, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Mujakkir Zuhri, menekankan pentingnya mempercepat penumbuhan wirausaha baru di Provinsi Banten. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.“Penumbuhan wirausaha baru harus terus diperkuat karena memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat sektor industri kecil,” kata Mujakkir saat hadiri kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil di Hotel Golden Tulip Essential Tangerang, Sabtu .Lebih lanjut, Mujakkir menjelaskan bahwa DPR RI berkomitmen untuk mengawal kebijakan dan penganggaran yang mendukung pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Hal ini termasuk memastikan program pembinaan berjalan berkelanjutan, mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha.Advertisement“Sektor IKM terbukti memiliki daya tahan tinggi serta kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, pendirian wirausaha baru perlu diperluas di daerah-daerah dengan potensi industri dan kreativitas masyarakat yang besar, termasuk Banten,” ungkapnya.Mujakkir juga menekankan pentingnya pengawalan legislatif untuk memastikan keberlanjutan program - program.“Kita ingin memastikan bahwa para peserta dapat benar-benar memulai dan mengembangkan usahanya. Karena itu, keberlanjutan program menjadi hal penting,” ujarnya.Ia berharap Banten dapat menjadi salah satu wilayah yang konsisten melahirkan wirausaha baru dan mampu berkontribusi signifikan terhadap penguatan struktur industri nasional.Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) ini menghadirkan tiga jenis pelatihan teknis, yaitu Anyaman Bambu (KSK), Reparasi Telepon Genggam (LMEA), dan Pengolahan Hasil Laut (PFBBB).Pelatihan anyaman bambu bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerajinan lokal, sedangkan pelatihan reparasi telepon genggam ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknisi yang semakin meningkat seiring dengan tingginya penggunaan perangkat digital. Sementara itu, pelatihan pengolahan hasil laut bertujuan untuk mendukung pelaku usaha kecil dalam mengembangkan produk pangan dengan standar mutu dan daya saing yang lebih tinggi.Sebanyak 270 peserta dari kabupaten dan kota di Banten mengikuti proses registrasi. Setelah melalui seleksi administrasi dan teknis, sebanyak 30 peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif selama dua hari. Pada hari ketiga, peserta akan diajak melakukan kunjungan lapangan ke Lembaga Klaster Mandiri (LKM) yang telah beroperasi dan menjalankan proses produksi sebagai bagian dari pembelajaran industri.
(prf/ega)
Legislator Golkar Tekankan Pentingnya Akselerasi Wirausaha Baru di Banten
2026-01-12 04:44:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:52
| 2026-01-12 03:41
| 2026-01-12 03:38










































