ACEH TAMIANG, - Sri Novita Rizki (20) tidak menyangka harus menjalani momen menyusui anaknya di tengah banjir bandang dan tanah longsor.Dia menjadi salah satu dari sekian banyak korban banjir di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.Seturut ceritanya kepada Kompas.com, Kamis , air bah itu datang ketika bayi yang merupakan anak pertamanya baru berusia 2 hari."Iya (lahir sebelum banjir). Dia lahir tanggal 18 bulan 11 (November)," ucap Sri Novita mengawali cerita, Kamis.Saat air mulai naik setinggi lutut kaki, ia bersama sang ibu, Suhaibah (38), menyadari banjir tidak akan surut dalam waktu dekat.Dirinya pun berupaya menyelamatkan diri ke daerah lain yang lebih kondusif, menuju ruko lantai dua di Desa Sukajadi, persis di samping ruko merek cat terkenal."Gimana ya, kan bawa bayi. Menyelamatkan bayi aja, lah, (enggak) bisa menyelamatkan semuanya. Air selutut," katanya sembari menggendong Aira Zahra Khalila Nasution yang kini berusia dua minggu.Baca juga: Kapolri Kirim Bantuan Korban Banjir Aceh Tamiang dalam 6 TrukSuhaibah menerangkan, ruko berlantai dua itu memperpanjang kesempatan hidupnya ketika bangunan lantai satu lainnya tenggelam dipenuhi air berwarna coklat keruh.Namun, perjuangannya tak berhenti sampai situ.Mulai ada perut-perut lapar yang perlu diisi makanan.Baca juga: Kapolda Aceh Ungkap Detik-detik Masuk Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Anggota HilangSejak banjir menerjang, keluarganya bersama tiga keluarga lain yang juga berada di ruko, tidak makan apapun setidaknya hingga tiga hari ke depan.Anaknya, Sri Novita, tidak dapat memproduksi air susu karena tidak ada asupan yang masuk.Sementara si bayi lapar hingga terus-terusan menangis memecah kesunyian./FIKA NURUL ULYA Sri Novita Rizki (20) bersama anaknya yang baru berusia dua minggu, korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang, Kamis . Di tengah keadaan serba kacau, Suhaibah memilih berenang menerjang derasnya banjir, mencoba mencari makanan dari para pengungsi lain yang tersebar.Ia merasa tidak ada pilihan, daripada harus mati kelaparan meski selamat dari banjir.
(prf/ega)
Sri Selamatkan Bayinya, Terjang Banjir Aceh Tamiang Demi Bubur dan Tajin
2026-01-12 02:31:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:15
| 2026-01-12 01:35
| 2026-01-12 00:18










































