- Produsen pesawat Airbus tengah mengembangkan pesawat lorong tunggal (narrow body) generasi berikutnya, yang diharapkan dapat beroperasi pada paruh kedua tahun 2030-an.Pabrikan asal Perancis itu meluncurkan peta jalan di tengah Airbus Summit yang digelar akhir Maret lalu.Fokus utama mereka untuk pesawat narrow body masa depan adalah pada desain mesin open-fan dan sistem hybrid-electric, yang diharapkan akan merevolusi cara pesawat terbang di masa depan.CEO Airbus, Guillaume Faury, mengatakan bahwa jet lorong tunggal berikutnya buatan mereka akan bersifat “evolusioner dan bukan revolusioner”, mencakup mesin open-fan atau rotor terbuka seperti yang sedang dikembangkan bersama dengan pemasok mesin CFM.Baca juga: Pesawat Airbus A400M Pesanan Indonesia Masuk Perakitan Final, Dikirim Akhir 2025“Akan ada langkah maju yang signifikan dengan pesawat generasi berikutnya, dan kami melihat teknologi yang akan membuat perbedaan yang signifikan,” kata Faury dikutip KompasTekno dari Reuters, Jumat .Teknologi open-fan adalah salah satu inovasi dalam pengembangan mesin pesawat. Berbeda dengan mesin turbofan konvensional yang memiliki kipas di dalam saluran tertutup, mesin open-fan memiliki bilah kipas yang terbuka dan terlihat dari luar.Desain ini memungkinkan udara mengalir lebih bebas, diklaim Airbus dapat meningkatkan efisiensi aerodinamis dan mengurangi konsumsi bahan bakar.“Tim Airbus bekerja untuk mengambil keputusan-keputusan penting menentukan pilihan jenis mesin pesawat, desain sayap, dan inovasi-inovasi tambahan lainnya, begitu teknologinya sudah matang dan didemonstrasikan," ujar Airbus Head of R&T, Karim Mokaddem, dikutip KompasTekno dari Business Traveller.“Masing-masing teknologi ini akan memainkan peran kunci dalam memungkinkan generasi baru pesawat komersial yang akan memberikan perubahan peningkatan efisiensi dan produktivitas dan membawa kontribusi yang cukup besar untuk dekarbonisasi perjalanan udara dalam beberapa dekade mendatang,” lanjutnya.Airbus Teknologi mesin open fan Airbus.Airbus bekerja sama dengan CFM International melalui program RISE (Revolutionary Innovation for Sustainable Engines) untuk mengembangkan dan menguji teknologi open-fan. Mesin ini dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20-30 persen dibandingkan dengan mesin saat ini.Jika berhasil, teknologi ini dapat menjadi solusi utama dalam mengurangi emisi karbon dari industri penerbangan.Baca juga: Tutup Mesin Pesawat A380 Air France Lepas di Udara, Video Beredar di TwitterUntuk memastikan efektivitas desain open-fan, Airbus berencana melakukan uji penerbangan menggunakan pesawat A380.Pesawat Super Jumbo ini akan dimodifikasi agar dapat menampung mesin open-fan, memungkinkan Airbus untuk menguji kinerja mesin dalam kondisi penerbangan sebenarnya. Pengujian ini diharapkan akan dilakukan sebelum akhir dekade ini.Dengan skala pengujian yang luas, Airbus optimis bahwa teknologi ini dapat diterapkan pada pesawat komersial masa depan, terutama untuk pesawat berbadan sempit yang menjadi tulang punggung penerbangan jarak menengah.Airbus Mesin open fan yang dikembangkan Airbus dan CFM akan diuji coba dengan pesawat A380.Selain itu, desain open-fan juga memberikan peluang bagi pengembangan teknologi mesin yang lebih senyap, sehingga mengurangi polusi suara di sekitar bandara.
(prf/ega)
Desain Pesawat Masa Depan, Mesin Open Fan Jadi Andalan?
2026-01-12 06:20:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:20
| 2026-01-12 06:18
| 2026-01-12 06:09
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 03:46










































