Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo Riau Cuma Tersisa 150 Ekor, Hutannya Berubah Jadi Kebun

2026-02-02 16:52:50
Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo Riau Cuma Tersisa 150 Ekor, Hutannya Berubah Jadi Kebun
PEKANBARU, - Populasi Gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, kian berkurang jumlahnya.Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro mengatakan, saat ini individu gajah liar di TNTN hanya sekitar 150 ekor.Namun, dia menyebut berkurangnya jumlah gajah tidak begitu ekstrem."Kalau jumlahnya memang berkurang, cuma kan tidak drastis. Kalau saya katakan masih stabillah populasinya. Misalnya tahun 2004 berjumlah sekitar 200 ekor, saat ini sekitar 150 ekor," kata Heru saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa . Di TNTN ada dua kantong gajah sumatera, yakni Tesso Utara dan Tesso Tenggara.  Untuk Tesso Utara terdapat satu kelompok gajah yang berjumlah sekitar 30 ekor. Sedangkan di Tesso Tenggara, ada sekitar 120 ekor, terbagi dalam tiga atau empat kelompok. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya populasi gajah sumatera adalah karena perambahan hutan. Masifnya alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan, membuat rumah gajah semakin terjepit.  Mereka menjadi kesulitan mendapatkan makanan dan obat-obatan dari tanaman alami hutan. "Gajah itu butuh hutan primer atau hutan alami. Karena disitu tempat makanan yang beragam. Termasuk obat-obatan untuk dia di hutan alam Tesso Nilo. Jadi kenapa penting (menjaga) Tesso Nilo, karena itu apoteknya saya katakan. Apotek satwa liar ya di Tesso Nilo, karena hutan alaminya masih ada. Makanya perkembangan gajah bagus di sana," kata Heru.Oleh sebab itu, perambahan harus dihentikan untuk mencegah kepunahan satwa terbesar di muka bumi itu.Perambahan hutan tidak hanya mengancam satwa, tetapi juga kepada manusia.Salah satunya jika terjadi banjir akibat rusaknya hutanSeperti Desa Air Hitam dan Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan, hampir setiap tahun dilanda banjir."Hulu sungainya kan ada di Taman Nasional Tesso Nilo. Sungai Nilo yang bermuara ke Sungai Kampar, itu kan hulunya ada di Teso Nilo. Jadi bukan hanya gajah yang terdampak, tapi kehidupan manusia juga mengalami masalah," kata Heru.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-02-02 17:16