JAKARTA, - Direktur Utama PT Inhutani V, Dicky Yana Rady, mengaku memiliki dugaan bahwa alat komunikasinya atau handphone telah disadap oleh aparat penegak hukum ketika ia menerima uang sebesar 189.000 dollar Singapura dari Direktur PT Paramitra Mulia Langgeng (PT PML), Djunaidi, melalui asistennya, Aditya Simaputra.Hal ini disampaikan Dicky saat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam kasus korupsi kerja sama pengelolaan kawasan hutan di PT Inhutani V tahun 2024-2025.Saat itu, Hakim Ketua Teddy Windyartono mempertanyakan alasan Dicky tidak langsung menghubungi Djunaidi usai menerima pemberian ratusan ribu dollar Singapura.Menurut hakim, Dicky yang sering berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Djunaidi seharusnya bisa menghubungi si pemberi uang dan menegaskan maksud serta tujuannya.Baca juga: Dirut Inhutani V Ngaku Gemetaran Saat Terima 189.000 Dollar Singapura dari Direktur PMLDiketahui, uang sebesar 189.000 dollar Singapura diterima pada Jumat, 8 Agustus 2025.“Saya takut berkembang, Pak. Tadinya, Pak. Tapi, sudah niat dalam hati saya, saya akan bicarakan ini, akan saya kembalikan, Pak,” ujar Dicky dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin .Dicky mengaku hingga kini belum sempat mengonfirmasi terkait pemberian itu kepada Djunaidi.Pasalnya, empat hari setelah menerima uang, Dicky terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan langsung ditahan oleh KPK.Berdasarkan pengakuan Dicky, ia ditangkap pada Rabu, 13 Agustus 2025.Sementara, berdasarkan pemberitaan, Dicky resmi ditetapkan sebagai salah satu tersangka pada Kamis, 14 Agustus 2025.“Jadi, Sabtu, Minggu, Senin, Selasa. Iya. Empat hari? Iya. Cukup,” kata hakim Teddy.Baca juga: Direktur Inhutani Buka-bukaan Asal Usul Rubicon dan Uang 189.000 Dollar Singapura dari SwastaAtas cecaran hakim, Dicky mengaku ia teledor.Saat menerima uang itu, ia sudah merasa bahwa pemberian Djunaidi ini sangat besar.Namun, Dicky memilih tidak menelepon Djunaidi karena khawatir ponselnya telah disadap.“Itulah kesalahan saya, Pak. Tapi, dalam hati saya ada question mark ya, kok besar sekali, gitu kan ya?” kata Dicky.
(prf/ega)
Dirut Inhutani V Feeling Ponselnya Disadap KPK Usai Terima 189.000 Dollar Singapura dari Swasta
2026-01-11 03:11:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:49
| 2026-01-11 22:12
| 2026-01-11 21:33
| 2026-01-11 21:24
| 2026-01-11 20:07










































