Luhut Pasang Badan, Sebut Bangun IMIP Bukan Keputusan Sepihak Jokowi

2026-01-11 14:40:52
Luhut Pasang Badan, Sebut Bangun IMIP Bukan Keputusan Sepihak Jokowi
JAKARTA, - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan “memasang badan” guna membela Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait polemik Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).Luhut mengatakan, kebijakan membangun kawasan industri pengolahan nikel yang diisi perusahaan dari China itu bukan keputusan sepihak Jokowi.Adapun Luhut merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) dan menyatakan bertanggung jawab atas pembangunan investasi selama 11 tahun, termasuk saat IMIP bergulir.“Apabila ada pihak yang menuduh keputusan ini dibuat sepihak oleh Presiden Joko Widodo, saya tegaskan bahwa koordinasi penuh dijalankan oleh saya,” kata Luhut dalam keterangan resminya, Senin .Baca juga: Luhut Jawab Kritik Negara dalam Negara di IMIP MorowaliLuhut mengeklaim, selama menempati posisi strategis di pemerintahan, ia berupaya menjaga diri agar tidak terjadi konflik kepentingan.Menurutnya, ia tidak pernah terlibat bisnis apa pun demi integritas dirinya dan mengutamakan kepentingan bangsa.Pensiunan Jenderal Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD) itu pun menyilakan siapa pun untuk datang kepadanya jika ingin mempertanyakan keputusan pemerintah membangun IMIP.Menurutnya, kebijakan itu tidak berpihak pada China ataupun Amerika, tetapi Indonesia.Ia juga menyebutkan, kawasan industri Morowali dimulai pada era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan diresmikan di era Jokowi.“Saat itu Tiongkok adalah satu-satunya negara yang siap masuk (jadi investor IMIP),” ujar Luhut.“Tanpa hilirisasi, Indonesia tidak akan berada pada posisi ekonomi seperti hari ini,” tambahnya.Baca juga: Luhut: Tak Pernah Kami Izinkan Bandara Morowali Jadi InternasionalLalu, Luhut menyinggung bahwa pihaknya juga mendorong kebijakan hilirisasi sektor pertanian, herbal, dan hortikutura agar diterapkan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini menjabat.Di antaranya melalui proyek Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Humbang.“Kita sedang mengembangkan bibit tanaman terbaik, dan tiga tahun ke depan kita akan melihat hasil yang berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan Indonesia,” kata Luhut.Baca juga: Kontroversi Bandara IMIP, ISDS: Harus Ada Bea Cukai di Situ


(prf/ega)